Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Latihan Pramusim di Bali, Fokus Persiapan SEA Games 2025
Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, bersama Janice Tjen menjalani latihan pramusim intensif di Bali. Persiapan ini krusial jelang SEA Games 2025 dan musim kompetisi 2026.
Petenis putri kebanggaan Indonesia, Aldila Sutjiadi, bersama rekannya Janice Tjen, kini tengah fokus menjalani program latihan pramusim di Pulau Dewata, Bali. Sesi latihan intensif selama dua pekan ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan performa mereka menjelang musim kompetisi 2026 yang akan datang.
Persiapan di Bali ini bukan hanya sekadar rutinitas pramusim biasa, melainkan juga menjadi bagian krusial dalam menghadapi ajang olahraga multi-cabang terbesar di Asia Tenggara, SEA Games 2025 Thailand. Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025, menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima dari para atlet.
Aldila Sutjiadi mengungkapkan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi latihan pramusim didasari keinginan untuk mencari suasana baru dan berbeda dari hiruk pikuk Jakarta. Selain fokus pada latihan, mereka juga memanfaatkan waktu luang untuk menikmati keindahan alam Bali, menciptakan keseimbangan antara kerja keras dan relaksasi.
Fokus Persiapan SEA Games dan Musim Baru
Latihan pramusim yang dijalani Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen di Bali memiliki tujuan ganda: mempersiapkan diri secara optimal untuk SEA Games 2025 dan menyongsong musim kompetisi 2026. Aldila menekankan pentingnya adaptasi lingkungan baru untuk menjaga motivasi dan semangat latihan.
"Kami mulai latihan di Bali kemarin, jadi akan latihan dua minggu di sini. Ini juga untuk persiapan SEA Games, dan ya memang kita latihan di Bali ingin mencari suasana yang beda dari di Jakarta," kata Aldila kepada ANTARA melalui pesan instan, Selasa.
Petenis berusia 30 tahun ini menambahkan bahwa suasana yang lebih santai namun tetap fokus di Bali diharapkan dapat memberikan dampak positif pada performa mereka. "Karena juga sekalian kita kalau ada waktu luang bisa ke pantai atau jalan-jalan di Bali, jadi memang sengaja kami melakukan pre-season ini di Bali," tambahnya.
Kombinasi antara latihan fisik yang ketat dan relaksasi di tengah keindahan alam Bali diharapkan dapat membentuk fondasi yang kuat bagi Aldila dan Janice untuk menghadapi tantangan di turnamen-turnamen mendatang, termasuk target medali di SEA Games 2025.
Perjalanan Musim 2025 dan Tantangan Cedera
Musim 2025 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi Aldila Sutjiadi, diwarnai dengan berbagai pencapaian dan tantangan. Ia menutup musim dengan meraih gelar juara Chennai Open di India bersama Janice Tjen, sebuah kemenangan penting di awal bulan ini.
Gelar juara di Chennai ini merupakan titel WTA 250 pertama bagi Aldila di tahun 2025, menunjukkan konsistensi performanya. Sebelumnya, pada awal Oktober, pasangan ini juga berhasil menjuarai turnamen di Suzhou, meskipun ajang level 125 WTA ini tidak masuk dalam perhitungan poin WTA serupa Challenger.
Selain itu, Aldila juga menunjukkan penampilan gemilang dengan menyabet predikat runner-up dalam turnamen WTA 500 Guadalajara di Meksiko pada pertengahan September. Kala itu, Aldila berpasangan dengan petenis tuan rumah, Giuliana Olmos, membuktikan kemampuannya beradaptasi dengan partner yang berbeda.
Namun, musim 2025 juga menghadirkan tantangan serius bagi Aldila. Petenis putri ini sempat mengalami gangguan telinga tuli mendadak pada akhir tahun sebelumnya, yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif. Kondisi ini bahkan memaksanya absen dari turnamen awal musim, termasuk ajang bergengsi Australian Open. Sebelum insiden tersebut, Aldila juga harus mengakhiri musim 2024 lebih cepat karena cedera di area pergelangan tangan, menunjukkan betapa beratnya perjalanan yang ia lalui.
Rencana Turnamen Awal Musim 2026
Menatap musim 2026, Aldila Sutjiadi masih belum dapat memastikan jadwal turnamen yang akan ia ikuti untuk membuka kompetisi. Ketidakpastian ini disebabkan oleh proses pendaftaran dan kualifikasi untuk turnamen-turnamen besar.
"Untuk awal tahun masih belum ada kepastian, karena kita menunggu belum tahu bisa masuk di Brisbane atau enggak," ujar Aldila mengenai rencana awal musimnya. Keputusan ini sangat bergantung pada peringkat dan ketersediaan slot di turnamen-turnamen utama.
Aldila menambahkan, jika peluang untuk bermain di WTA 500 Brisbane yang akan dimulai pada 29 Desember terasa sulit, ia dan timnya mungkin akan mempertimbangkan opsi lain. "Mungkin kalau di Brisbane terlihat sangat kuat, mungkin kita akan bermain di Auckland dan Hobart untuk turnamen sebelum Australian Open," jelasnya.
Turnamen WTA 250 Auckland dijadwalkan pada 5 Januari 2026, sementara WTA 250 Hobart akan digelar pada 12 Januari 2026. Pemilihan turnamen-turnamen ini akan menjadi langkah strategis untuk membangun momentum dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum Grand Slam pertama tahun ini, Australian Open.
Sumber: AntaraNews