Aksi 6 Prajurit TNI Hadapi Serangan Panah Beracun Demi Selamatkan Guru & Warga Saat Kerusuhan di Elelim
Kerusuhan yang dipicu isu SARA itu berlangsung ricuh dengan serangan panah beracun dan lemparan bom molotov.
6 prajurit TNI menjadi garda terdepan dalam evakuasi guru dan warga yang terjebak saat kerusuhan pecah di Kampung Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (16/9).
Kerusuhan yang dipicu isu SARA itu berlangsung ricuh dengan serangan panah beracun dan lemparan bom molotov.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, mengungkapkan aksi heroik prajurit dilakukan dalam situasi berbahaya.
"Mereka harus menghadapi serangan panah beracun serta lemparan bom molotov yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka bakar maupun luka akibat panah," ujarnya, Jumat (19/9).
Meski nyawa taruhannya, para prajurit disebut tetap profesional dengan mengutamakan keselamatan warga.
"Tindakan tersebut akhirnya membuka jalur evakuasi hingga seluruh guru dan warga berhasil diamankan," kata Agung.
Peristiwa di Elelim, lanjut Agung, menunjukkan bahwa isu SARA masih sangat rawan memicu konflik di Papua.
Apresiasi Pejabat dan Guru
Kepala Distrik Elelim, Lukas Kepno, menilai tindakan TNI menyelamatkan banyak nyawa.
"Kami menyaksikan sendiri bagaimana prajurit menjaga kami di tengah situasi yang genting. Mereka tidak membalas serangan dengan kekerasan, justru melindungi guru dan warga agar tetap selamat. Itu adalah tindakan yang sangat manusiawi dan patut dihargai," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Maria Matuan, guru SD Negeri Elelim, yang turut dievakuasi.
"Kami benar-benar ketakutan saat massa mengepung. Panah-panah berterbangan, kaca jendela pecah karena molotov, dan kami tidak tahu harus bagaimana," katanya.
Maria menceritakan bagaimana keenam prajurit TNI melindungi mereka hingga selamat.
"Saat itu 6 prajurit TNI datang melindungi kami. Mereka berdiri di depan pintu, menenangkan kami, dan akhirnya membawa kami keluar dengan selamat. Kami merasa benar-benar dijaga," sambungnya.