Fakta Unik: Kerusuhan Berulang Sejak 2021, Waka Komisi VI DPR Harap Situasi Kamtibmas Yalimo Segera Pulih

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendesak pemulihan Situasi Kamtibmas Yalimo, Papua Pegunungan, yang kerap dilanda kerusuhan, demi menjaga roda ekonomi dan UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Kerusuhan Berulang Sejak 2021, Waka Komisi VI DPR Harap Situasi Kamtibmas Yalimo Segera Pulih
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendesak pemulihan Situasi Kamtibmas Yalimo, Papua Pegunungan, yang kerap dilanda kerusuhan, demi menjaga roda ekonomi dan UMKM. (Merdeka.com)

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade, belum lama ini menyatakan harapannya agar Situasi Kamtibmas Yalimo di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, dapat segera pulih. Pernyataan ini disampaikan Andre Rosiade di Wamena, menyoroti dampak serius kerusuhan terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian lokal. Kerusuhan yang terjadi berulang kali ini telah menghambat aktivitas perdagangan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Andre Rosiade menekankan bahwa gangguan keamanan seperti ini tidak hanya merugikan stabilitas sosial, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup ekonomi masyarakat. Ia berharap agar pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan kondisi normal. Pemulihan keamanan menjadi kunci agar roda perekonomian dapat berputar kembali dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir.

Menurut Andre Rosiade, sektor perdagangan antarkota dan antarkabupaten, khususnya di wilayah Papua, memiliki peran vital dalam menopang ekonomi. Informasi yang diperolehnya menunjukkan bahwa insiden kerusuhan yang berujung pada kebakaran di Kabupaten Yalimo telah sering terjadi, bahkan tercatat sejak tahun 2021 hingga 2025. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan penanganan yang komprehensif dari berbagai pihak.

Dampak Kerusuhan Terhadap Ekonomi Lokal

Situasi Kamtibmas Yalimo yang tidak kondusif memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap sektor ekonomi. Kerusuhan yang kerap terjadi menyebabkan terganggunya jalur distribusi barang dan jasa, sehingga menghambat aktivitas perdagangan antarkota dan antarkabupaten. Padahal, sektor perdagangan ini merupakan tulang punggung yang menghidupi ekonomi masyarakat di Papua, termasuk di Kabupaten Yalimo.

Pelaku UMKM menjadi salah satu pihak yang paling rentan terdampak oleh kerusuhan. Usaha mereka seringkali terpaksa berhenti beroperasi, bahkan tidak jarang mengalami kerugian material akibat penjarahan atau kebakaran. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian ekonomi yang tinggi, membuat investasi baru enggan masuk, dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan.

Andre Rosiade menjelaskan bahwa tanpa jaminan keamanan, sulit bagi masyarakat untuk menjalankan usaha mereka dengan tenang dan produktif. Ketergantungan ekonomi pada perdagangan lokal dan regional menuntut adanya lingkungan yang stabil dan aman. Oleh karena itu, pemulihan keamanan di Yalimo bukan hanya tentang ketertiban, tetapi juga tentang keberlangsungan hidup ekonomi warga.

Desakan untuk Prosedur Keamanan yang Jelas

Menyikapi Situasi Kamtibmas Yalimo yang berulang, Andre Rosiade mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. SOP ini diharapkan dapat menjadi panduan baku dalam mengantisipasi dan menangani potensi kerusuhan. Tanpa protap yang terstruktur, penanganan insiden cenderung reaktif dan kurang efektif.

Andre Rosiade menegaskan pentingnya respons cepat dari aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, ketika ada informasi atau indikasi akan terjadinya kerusuhan. Ia menyarankan agar penyekatan dan penindakan hukum sudah dilakukan sejak dini, bukan setelah terjadinya korban jiwa atau aset terbakar. Pendekatan preventif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusuhan yang lebih luas.

Menurutnya, aparat keamanan harus sigap dan cepat bertindak. "Aparat keamanan harus sigap dan cepat ketika ada indikasi terjadinya kerusuhan (Kabupaten Yalimo) sudah harus melakukan penyekatan dan penindakan hukum. Jangan sudah ada korban jiwa, aset terbakar baru diambil tindakan," ujar Andre Rosiade. Pernyataan ini menyoroti perlunya perubahan paradigma dari respons pasca-kejadian menjadi pencegahan proaktif.

Langkah Preventif dan Bantuan Kemanusiaan

Untuk mencegah terulangnya kericuhan di Kabupaten Yalimo, Andre Rosiade menyarankan agar aparat keamanan mengambil langkah-langkah preventif yang lebih efektif. Pemerintah daerah dan aparat keamanan di Papua Pegunungan diharapkan dapat memprediksi potensi konflik dan menyusun SOP baru yang lebih komprehensif. Ini termasuk pemetaan daerah rawan, peningkatan intelijen, dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat.

Selain fokus pada aspek keamanan, Andre Rosiade juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dampak kemanusiaan dari kerusuhan. Dalam kunjungannya, ia yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), melihat langsung kondisi para pengungsi. Kunjungan ini dilakukannya bersama pengurus IKM ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade memberikan bantuan senilai Rp400 juta kepada 53 orang pengungsi dari Kabupaten Yalimo yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi dan membantu mereka melewati masa sulit akibat Situasi Kamtibmas Yalimo yang belum stabil. Ini menunjukkan pentingnya dukungan kolektif dalam menghadapi krisis kemanusiaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi