9 Pendaki Digigit, Ratusan Anjing di Batukaru Kena Vaksin Rabies Massal
Vaksinasi massal rabies itu digelar di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, pada Kamis (25/9) kemarin dan ada sebanyak 493 ekor anjing divaksinasi.
Pasca sembilan pendaki digigit anjing positif rabies di kawasan Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan bergerak cepat dengan melakukan vaksinasi terhadap ratusan anjing di sekitar lokasi guna mencegah penyebaran rabies lebih lanjut.
Vaksinasi massal rabies itu digelar di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, pada Kamis (25/9) kemarin dan ada sebanyak 493 ekor anjing divaksinasi.
"Total sebanyak 493 ekor anjing yang divaksin hingga kemarin," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Gede Eka Parta Ariana, saat dikonfirmasi, Jumat (26/9).
Vaksinasi darurat tersebut dilakukan di Desa Pujungan ini, karena merupakan jalur pendakian ke Gunung Batukaru. Untuk vaksinasi difokuskan pada hewan peliharaan warga, khususnya anjing, yang berada di wilayah zona merah gigitan anjing rabies.
"Vaksinasi rabies darurat biasanya dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit rabies yang dapat disebabkan oleh gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing," ujarnya.
"Tujuan vaksinasi rabies darurat adalah mencegah penyebaran rabies, mengurangi risiko penularan rabies kepada manusia dan hewan lainnya. Melindungi masyarakat, mengurangi risiko kasus rabies pada manusia dan hewan di daerah yang terjangkit," kata dia.
Sebelumnya, seekor anjing yang menggigit para pendaki di kawasan Gunung Batukaru, di Kabupaten Tabanan, Bali, dinyatakan terjangkit positif virus rabies.
Hal tersebut, diketahui saat Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, telah melakukan uji lab terhadap sampel otak anjing yang menyerang dan menggigit sejumlah pendaki Gunung Batukaru, Tabanan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan, Gede Eka Partha Ariana, mengatakan uji lab dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar, pada Senin (22/9) kemarin.
"Hasil laboratorium yang menunjukkan positif rabies," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9).
Ia menerangkan, saat terjadi gigitan anjing liar terhadap para pendaki di kawasan Gunung Batukaru, Distan Kabupaten Tabanan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan segera mengambil langkah cepat. Pada Senin (22/9), tim melakukan pengambilan sampel otak anjing yang menggigit para pendaki, dan hasil uji laboratorium menunjukkan sampel tersebut positif rabies.
Kemudian, menyikapi temuan tersebut Kepala Puskeswan lll langsung berkoordinasi dengan perbekel setempat dan Camat Pupuan, unit reaksi cepat (URC) Pupuan, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas untuk memastikan seluruh korban gigitan mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
"Hingga saat ini tercatat enam orang korban telah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Pupuan I, sementara tiga orang lainnya menjalani perawatan mandiri di Denpasar," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, bahwa untuk pendaki yang terkena gigit bukan 15 orang tapi 9 orang pendaki.
"Untuk hasilnya positif dia anjingnya (rabies). Bukan 15 pendaki, itu 9 pendaki (yang digigit) itu laporan dari polisi dan pecalang ada 9 orang saja," kata Bagus Surya.
Ia menyebutkan, bahwa 9 orang pendaki setelah digigit langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas Pupuan dan diberikan VAR satu kali.
"Mereka sudah mendapatkan VAR yang pertama. Dan, tinggal nanti dilengkapi kan tiga kali VAR-nya. Untuk kondisinya mereka baik dan sudah balik ke (rumah), dan dalam pantauan baik," katanya.