48 Sumur Dibangun di Aceh Tamiang, Warga Terdampak Banjir Bandang Kini Tak Krisis Air Bersih
Pembangunan 48 sumur tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun sumur dalam dan sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana Sumatra. Khusus di Aceh Tamiang, nantinya akan dibangun sebanyak 48 sumur guna mencukupi kebutuhan air warga.
"Kami diminta menyelesaikan 48 sumur, baik sumur dangkal maupun sumur dalam, khusus di Aceh Tamiang. Itu di luar kabupaten dan kota lain di Aceh," kata Direktur Air Minum Direktorat Cipta Karya Kementerian PU, Oscar Siagian, Senin (29/12).
Oscar menjelaskan, pembangunan 48 sumur tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember. Air dari sumur dalam akan dimanfaatkan untuk kebutuhan minum dan keperluan sehari-hari masyarakat.
“Sumur dangkal diperlukan masyarakat untuk membersihkan lumpur di permukiman dan rumah-rumah mereka. Sementara sumur dalam bisa digunakan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari,” jelas Oscar.
Sumur Dibangun TNI
Menurut Oscar, pembangunan sumur dangkal dan sumur dalam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dilakukan bersama anggota TNI serta melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan warga terutama pada pembangunan sumur dangkal yang bisa langsung dimanfaatkan untuk membersihkan rumah.
Oscar menyebut, hingga saat ini BNPB telah membangun 73 sistem penyediaan air minum di Aceh, 46 sistem di Sumatra Utara, dan 60 sistem di Sumatra Barat.
Langkah ini dilakukan untuk menopang kebutuhan sekitar 160 ribu warga yang terdampak kerusakan jaringan air bersih akibat banjir.
“Nanti akan kami lakukan pengamanan sumber air baku. Ada beberapa lokasi yang tidak lagi bisa digunakan karena lumpurnya cukup tinggi,” kata Oscar.
Adapun di Sumatra Utara diungkapkannya terdapat 46 SPAM yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, dengan dampak mencapai lebih dari 88 ribu sambungan rumah. Di antaranya berada di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Langkat.