36 Napi Lapas Kutacane yang Kabur 3 Masih Berkeliaran Tengah Masyarakat, Kenapa Belum juga Tertangkap?
Puluhan napi itu kabur karena mengeluhkan makanan yang dianggap tidak layak, ditambah keterlambatan distribusi saat berbuka puasa.
Tiga hari pascakaburnya 52 napi Lapas Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, aparat gabungan baru menangkap 16 orang napi. Sebanyak 36 napi lainnya masih berkeliaran di luar.
“Yang kembali diamankan saat ini ditahan di Mapolres Aceh Tenggara. Sisanya masih dalam proses pencarian,” kataKabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, Rabu (12/3).
Joko mengklaim kondisi di dalam Lapas Kutacane saat ini telah kondusif. Pihaknya menurunkan satu pleton personel Brigade Mobil (Brimob) untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Dia memastikan polisi terus mengejar para napi yang masih kabur itu. Joko meminta bantuan masyarakat agar melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat atau mengetahui informasi keberadaan napi Lapas Kutacane yang melarikan diri.
Dia turut mengeluarkan ultimatum kepada para napi untuk menyerahkan diri secara sukarela sebelum diambil tindakan hukum lebih berat.
Sebelumnya, napi dalam Lapas Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, Ramai-ramai kabur menjelang buka puasa, Senin sore (10/3). Puluhan napi itu kabur karena mengeluhkan makanan yang dianggap tidak layak, ditambah keterlambatan distribusi saat berbuka puasa.
Selain itu, mereka juga kecewa sebab tuntutan penyediaan bilik asmara tak kunjung dipenuhi, yang akhirnya memicu kericuhan hingga aksi pelarian.
Kepala Lapas Kelas II B Kutacane, Andi Hasyim, mengakui bahwa napi telah berulang kali meminta fasilitas bilik asmara.
“Untuk pengadaan bilik asmara, kewenangannya ada di tingkat pusat,” ujar Andi.
Andi juga mengungkapkan bahwa Lapas Kutacane mengalami keterbatasan ruang, sementara jumlah penghuni mencapai 362 orang.