104 Unit Rumah Permanen Aceh Siap Huni untuk Korban Bencana
Pemerintah melalui Menko Polkam membangun 104 unit rumah permanen Aceh untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh Utara, ditargetkan selesai sebelum Ramadan.
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) telah membangun 104 unit rumah permanen untuk korban banjir dan tanah longsor di Gampong Kuala Cangkoi, Aceh Utara. Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat terdampak bencana. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan ini.
Rumah-rumah tersebut berlokasi di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Proyek ini bertujuan memastikan para korban memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Inspeksi kesiapan pembangunan telah dilakukan baru-baru ini oleh Menko Djamari Chaniago.
Kunjungan Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil. Mereka meninjau langsung lokasi pembangunan rumah permanen ini. Pembangunan diharapkan selesai sebelum bulan Ramadan tiba.
Apresiasi dan Spesifikasi Hunian Baru
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah secara langsung menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menko Polkam atas respons cepatnya. Pembangunan rumah permanen bagi korban bencana di Aceh Utara ini sangat membantu masyarakat. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat Menko Polkam dalam membangun hunian permanen bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh Utara," ujar Fadhlullah di Aceh pada Rabu. Bantuan ini meringankan beban masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh percepatan pembangunan.
Setiap unit rumah permanen yang dibangun bertipe 36. Hunian ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta perabotan dasar. Desain rumah dirancang untuk kenyamanan dan keamanan penghuni. Fasilitas dasar ini memastikan warga dapat segera menempati rumah barunya.
Fadhlullah menegaskan kembali rasa terima kasihnya kepada Menko Djamari Chaniago. "Bantuan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi warga," tambahnya. Kehadiran rumah permanen Aceh ini menjadi solusi jangka panjang.
Komitmen Penyelesaian Sebelum Ramadan
Menko Polkam Djamari Chaniago menjelaskan, kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh persiapan pembangunan telah rampung. Baik dari aspek teknis maupun administratif, semua harus berjalan lancar. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah.
Chaniago menekankan komitmen kementeriannya untuk menyelesaikan pembangunan 104 unit rumah permanen. Proyek ini juga mencakup pembangunan musala. Target penyelesaian adalah sebelum bulan Ramadan tiba.
"Hari ini, kami memastikan semua persiapan pembangunan sudah di tempat," kata Chaniago. Ia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu. Dengan demikian, warga dapat segera menempati dan beribadah dengan nyaman.
Kehadiran fasilitas ibadah seperti musala juga menjadi perhatian penting. Ini menunjukkan pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan rumah. Namun juga pada kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat terdampak bencana. Pembangunan rumah permanen Aceh ini diharapkan membawa berkah.
Sumber: AntaraNews