100 Hari Kerja, Wali Kota Solo Ogah Dibandingkan dengan Gibran
Wali Kota Solo Respati Ardi tidak mau dibandingkan dengan pendahulunya, terutama Gibran Rakabuming Raka, dalam memimpin Kota Bengawan.
Wali Kota Solo Respati Ardi tidak mau dibandingkan dengan pendahulunya, terutama Gibran Rakabuming Raka, dalam memimpin Kota Bengawan. Pernyataan tersebut dikemukakan Respati dalam acara Refleksi 100 Hari Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di Balekambang, Selasa (3/6) petang.
Menurutnya, dia merasa terbebani jika dibandingkan dengan putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo. Terlebih Gibran yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI, sukses membangun sejumlah infrastruktur.
"Terbebani ya, jangan bandingkan saya dengan mas Gibran. Saya enggak ada apa-apanya," ujarnya.
Mantan Ketua HIPMI Solo itu mengungkapkan sempat kesulitan menghadapi tantangan awal memimpin Kota Solo, khususnya saat beradaptasi dengan lingkungan pemerintahan.
"Tantangan awal itu ya beradaptasi, kemudian mensinkronkan kerja antarorganisasi perangkat daerah (OPD)," ungkapnya.
Lanjut Respati, ke depan dia bersama wakilnya, Astrid Widayani akan melanjutkan program-program yang sudah baik dan memperbaiki yang kurang efektif.
"Yang sudah baik akan kita teruskan, yang kurang baik tentunya akan kita betulkan," katanya.
Disinggung adanya anggapan bahwa pemimpin yang berasal dari Kota Solo dapat menjadi pemimpin di tingkat nasional, seperti halnya Jokowi dan Gibran, Respati menilai anggapan itu hanya sebuah mitos belaka.
"Mitos kalau jadi Wali Kota Solo terus jadi apa-apa itu mitos," ucapnya.
Dengan adanya Jokowi yang menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI dua periode serta Gibran yang menjabat Wakil Presiden, Kota Solo sering menjadi sorotan. Respati mengaku spotlite atau sorotan nasional ke Kota Solo itu dapat dimanfaatkannya dengan baik.
"Jadi memang ada spotlite nasional. Tapi alhamdulilah kita manfaatkan dengan baik. Contoh program makan bergizi gratis yang terkesan sampai Solo lama. Baru ada 4 dapur di Solo gimana cara cepatnya. Saya bersurat, Wali Kota Surakarta bersurat ke direktur badan gizi nasional. Seminggu kemudian deputi langsung hadir datang," terangnya.
Sehingga Respati menegaskan spotlite nasional itu dimaksimalkannya untuk dikembalikan lagi ke masyarakat.