MG Siapkan 13 Mobil Listrik Baru, Investasi Capai Rp21,5 Triliun
MG Motor berencana meluncurkan 13 model mobil listrik dalam dua tahun mendatang dengan total investasi sebesar Rp 21,5 triliun.
MG Motor, yang merupakan merek otomotif asal Inggris dan kini berada di bawah naungan Tiongkok SAIC Motor, sedang mempersiapkan langkah signifikan dalam industri kendaraan listrik.
Dalam waktu dua tahun ke depan, MG berencana untuk meluncurkan 13 model kendaraan energi baru (NEV) yang mencakup mobil listrik murni (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan extended-range EV (EREV).
Investasi yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai 10 miliar yuan, setara dengan sekitar 1,4 miliar dolar AS atau Rp 21,5 triliun.
Menurut laporan dari 21st Century News yang dikutip oleh CarNewsChina pada Rabu (27/8), General Manager MG, Chen Cui, mengungkapkan bahwa strategi agresif ini merupakan bagian dari upaya MG untuk memperkuat posisinya di pasar global.
Ia menekankan bahwa kehadiran MG dalam segmen kendaraan listrik bukan hanya didorong oleh harga yang kompetitif, tetapi juga oleh dukungan teknologi canggih yang dimiliki oleh perusahaan induk, SAIC.
SAIC Motor telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar, termasuk Audi dan Huawei, untuk mengembangkan mobil listrik.
Dukungan teknologi dari kolaborasi ini memungkinkan MG untuk menghadirkan inovasi terkini, mulai dari konektivitas pintar hingga baterai generasi baru.
"MG akan memanfaatkan sepenuhnya ekosistem teknologi yang dimiliki SAIC. Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai merek dengan harga terjangkau, tetapi juga sebagai merek yang unggul dalam kualitas dan teknologi kendaraan listrik," ujar Chen Cui, seperti yang dikutip dari 21st Century News.
Berhasil di Eropa, namun tertinggal di Tiongkok
MG, sebagai salah satu merek tertua dari Inggris, lebih dikenal di pasar internasional. Setelah diambil alih oleh SAIC pada tahun 2005, MG menjadi pionir dalam ekspor kendaraan penumpang.
Menurut data dari China EV DataTracker, pada paruh pertama tahun 2025, MG berhasil mencatat penjualan sebanyak 153.100 unit di Eropa. Namun, kinerja penjualannya di pasar domestik Tiongkok masih belum memuaskan.
Dari Januari hingga Juli 2025, penjualan MG hanya mencapai 57.254 unit. Angka yang rendah ini disebabkan oleh terbatasnya pilihan kendaraan listrik yang ditawarkan oleh MG di negara asalnya.
Banyak konsumen lebih memilih merek pesaing yang sudah lebih dahulu menyediakan berbagai pilihan EV. Untuk mengatasi masalah ini, MG meluncurkan program ambisius dengan menghadirkan 13 model kendaraan listrik baru.
Dengan langkah ini, diharapkan penjualan domestik di Tiongkok dapat meningkat, sekaligus memperkuat posisi MG di Eropa dan pasar internasional lainnya.
Model pertama yang sejalan dengan strategi kendaraan listrik MG adalah hatchback listrik MG4. Mobil ini telah memasuki masa prapenjualan di Tiongkok sejak 5 Agustus 2025, dan dijadwalkan untuk peluncuran resmi pada 29 Agustus.
MG4 EV dilengkapi dengan motor listrik tunggal yang terletak di roda belakang, menghasilkan tenaga 120 kW (161 hp).
Ukuran mobil ini adalah 4.395 mm panjang, 1.842 mm lebar, dan 1.551 mm tinggi, dengan desain hatchback yang compact namun modern.
MG4 dijual dengan harga antara 73.800 hingga 105.800 yuan, yang setara dengan Rp162 juta hingga Rp231 juta untuk varian dengan baterai cair standar.
Menariknya, MG juga sedang menyiapkan varian MG4 dengan teknologi baterai semi-solid state yang akan dirilis sebelum akhir tahun.
Teknologi ini diklaim lebih aman, memiliki densitas energi yang lebih tinggi, serta daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan baterai konvensional.
Inovasi teknologi menjadi fokus utama
Selain meluncurkan model kendaraan baru, MG juga menekankan pentingnya inovasi teknologi sebagai daya tarik utama mereka.
Perusahaan ini mengumumkan kerjasama dengan Oppo untuk mengembangkan sistem konektivitas pada kendaraan, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, termasuk integrasi dengan perangkat pintar milik konsumen.
Di sisi lain, penggunaan baterai semi-solid state menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan produk mereka.
Teknologi ini diprediksi akan menjadi terobosan signifikan dalam industri kendaraan listrik, karena dapat meningkatkan jarak tempuh kendaraan sekaligus mengurangi risiko keamanan yang selama ini menjadi perhatian utama pada baterai lithium-ion.
Chen Cui menegaskan bahwa target besar MG adalah menjadi merek kendaraan energi baru asal Tiongkok yang diakui di kancah internasional.
Dengan dukungan investasi besar dari SAIC, MG berharap dapat bersaing dengan pemain besar lainnya seperti Tesla, BYD, dan Nio yang telah lebih dahulu mendominasi pasar.
"Ambisi kami adalah menjadikan MG sebagai merek global dalam industri kendaraan energi baru, bukan hanya di Eropa, tetapi juga di Tiongkok dan kawasan lainnya," ujar Chen Cui.
Melalui strategi yang agresif ini, MG tidak hanya ingin mengulangi kesuksesan masa lalu sebagai merek legendaris asal Inggris, tetapi juga menciptakan sejarah baru sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik di era modern.