4 Keunikan Gedung Bakorwil Madiun, Bangunan Megah Mirip Istana Merdeka
Bangunan dengan gaya eropa pertama yang berdiri di karesidenan Madiun
Bangunan dengan gaya eropa pertama yang berdiri di karesidenan Madiun
4 Keunikan Gedung Bakorwil Madiun, Bangunan Megah Mirip Istana Merdeka
Bangunan yang kini difungsikan sebagai kantor Bakorwil Madiun ini sekilas mirip dengan Istana Merdeka di Jakarta. Tak jarang orang menyebut bangunan ini sebagai istana negaranya Madiun.
Sejarah
Mengutip Instagram @hvan_madioen, bangunan yang berada di Jalan Pahlawan 31 Kota Madiun dibangun pada tahun 1831 di lokasi bekas benteng pertahanan Belanda selama masa Perang Jawa.
Era Kolonalisasi di Madiun
Gedung ini dibangun dengan nama Residenhuis Madioen alias rumah dinas residen Madiun. Pembangunan gedung ini menjadi pertanda dimulainya era kolonialisme Belanda di wilayah Madiun.
Di sinilah, para residen menjalankan tugas menguasai wilayah Madiun agar tetap berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda. Hingga kini, foto-foto residen Madiun masih terpampang di salah satu sudut gedung ini.
Ciri Khas
Fasade depan bangunan menghadap ke barat dengan tiang-tiang di depan serta menara di sisi selatan. Bangunan ini memiliki denah (L) yang memanjang timur barat dan utara selatan.
Sementara sentralnya berada pada bangunan bertiang dan beratap piramida dengan hiasan nok di puncak. Bagian bangunan yang memanjang timur barat serta utara selatan beratap pelana. Dinding eksteriornya bercat putih dilengkapi pintu dan jendela pada sisi timur dan barat.
Pada sisi depan terdapat teras sebagai ruang terbuka, di belakangnya ada pendopo, lalu ruang luas memanjang sebagai ruang tamu dengan 3 kamar di sisi kanan dan kiri.
Di belakang ruang tamu, ada ruang keluarga dan ruang makan dengan 2 ruang di sisi kiri yang difungsikan sebagai dapur dan kama. Sementara sisi kanannya sebagai kamar dan toilet. Penutup lantainya bervariasi, dari granit, teraso, hingga tegel.
Kondisi Terkini
Bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya itu masih terjaga hingga sekarang. Gedung tersebut dirawat sedemikian rupa sehingga bentuk aslinya tetap bisa disaksikan dan dipelajari oleh generasi masa kini, bahkan generasi masa depan.