Tak Ada Tamu Lain Temui Jurnalis Palu Selain Rekan Kerja, di Kamar Korban Ditemukan Obat Maag & Antibiotik
SW check-in seorang diri pada Kamis (3/4) pagi. Kemudian rekannya datang dan tidak menginap
Polda Metro Jaya terus menyelidiki penyebab kematian jurnalis Situr Wijaya (33). Wartawan asal Palu, Sulawesi Tengah itu ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di bilangan Jakarta Barat, pada Jumat (4/4).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indardi mengatakan, sebelum meninggal korban sempat bertemu dengan seorang saksi V pada 3 April 2025, sekira pukul 18.50 Wib. Setelah itu tidak ada tamu lain yang bertemu SW sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia.
"Berdasarkan analisa CCTV, sejak saksi V bersama korban saat masih hidup pada tanggal 3 April 2025, pukul 18.50 WIB," kata Ade Ary kepada wartawan, Minggu (6/4).
"Sampai dengan mayat korban ditemukan, tidak ada orang lain yang memasuki kamar korban, korban juga tidak terpantau keluar kamar," ujarnya.
SW check-in seorang diri pada Kamis (3/4) pagi. Kemudian rekannya datang dan tidak menginap
"Enggak nginap di sana ya," ujarnya.
Ada Obat-obatan di Kamar Korban
Polisi juga beberapa obat dalam kamar hotel yang disewa oleh korban.
"Beberapa obat yang ditemukan di kamar korban Promag Tablet, Mycoral ketoconazole (obat Jamur)," kata Ade Ary.
Selain itu, ditemukan juga obat antibiotik untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri seperti tuberkulosis.
"Rifampicin (antibiotik - mencegah dan mengobati penyakit akibat infeksi bakteri seperti tuberkulosis) dan Viva White Clean & Mask," ujarnya.