Kisah Mata Air Cigempol di Tengah Sawah Sumedang, Berusia Lebih dari 100 Tahun
Menurut cerita, mata air Cigempol sudah kurang lebih 100 tahun membantu kesuburan Desa Nagrak hingga petani bisa panen sampai 3 kali
Menurut cerita, mata air Cigempol sudah kurang lebih 100 tahun membantu kesuburan Desa Nagrak hingga petani bisa panen sampai 3 kali
Kisah Mata Air Cigempol di Tengah Sawah Sumedang, Berusia Lebih dari 100 Tahun
Di Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, terdapat banyak sumber mata air yang tersebar di sejumlah titik.
Desa ini terletak di kaki Gunung Tampomas dan memiliki lebih dari sepuluh sumber mata air.
Empat di antara mata air tersebut memiliki debit air yang cukup besar, yakni Mata Air Cigempol, Cibeusi, Cisumur, dan Cipalayangan.
Salah satu mata air yang memiliki peran penting di Nagrak adalah Cigempol yang berada di tengah sawah. Menurut cerita warga di sana, mata air ini berusia lebih dari 100 tahun.
Tak Pernah Surut Walau Musim Kemarau
Hendra Juanda, Sekretaris Desa Nagrak, menjelaskan bahwa Mata air ini terletak di area persawahan Dusun Jemo, tidak jauh dari jalan utama Desa Nagrak-Cibitung.
Mata Air Cigempol dikenal tidak pernah surut meskipun musim kemarau panjang.
Air dari mata air ini mampu mengairi sekitar 20 hektar sawah, sehingga petani bisa panen tiga kali dalam setahun.
Ini sangat berbeda dengan kebanyakan mata air yang ketersediaannya bergantung pada cuaca.
Saat musim hujan, kebanyakan debit air akan melimpah. Namun di Cigempol, sepanjang musim airnya tak pernah kering.
Membantu Pemenuhan Kebutuhan Warga
Menurut Hendra, mata air ini menyediakan air yang banyak dan jernih. Tak ayal banyak warga yang memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Biasanya, warga sekitar mengambilnya menggunakan ember maupun jerigen. Sumber air Cigempol membawa berkah tersendiri bagi masyarakat di Nagrak, termasuk Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
"Mata Air Cigempol ini sangat bermanfaat buat warga, karena selain bisa dikonsumsi juga jadi sumber air sawah warga," ujar Hendra beberapa waktu lalu, mengutip laman Pemkab Sumedang.
Bikin Sawah Bisa Panen 3 Kali
Adanya mata air ini dikatakan mampu menyediakan air baku secara layak. Letaknya yang berada di area persawahan juga memudahkan sektor pertanian di sana.
Hadirnya mata air Cigempol rupanya juga membantu para petani setempat. Dalam setahun, warga bisa memanen padinya hingga tiga kali panen.
"Kemungkinan sumber mata air itu sudah lebih dari 100 tahun, sebab orang paling sepuh di sini yang umurnya sudah 90 tahun katanya sudah ada waktu dia kecil. Sampai sekarang mata air Cigempol belum pernah kering, walaupun kemarau panjang," bebernya
Mata Air Legendaris yang Membantu Warga
Dedi Supriadi, Kepala Dusun Jemo, menyatakan bahwa selama musim kemarau banyak warga yang datang ke Mata Air Cigempol untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Selain itu, banyak juga yang memanfaatkannya untuk mencuci dan mandi. Beberapa warga bahkan memasang pipa untuk menyalurkan air ke rumah mereka.
Untuk menjaga kelestarian Mata Air Cigempol, Pemerintah Desa Nagrak telah membangun tembok di sekitarnya dan membuat pancuran untuk warga yang mandi atau mencuci.
Kemudian, fasilitas lampu listrik juga dipasang untuk menerangi area tersebut pada malam hari, sehingga warga yang datang pada malam hari merasa nyaman.
"Kalau kemarau di sini pasti ramai warga dari Desa Nagrak dan dari Cibitung, dari sore kadang sampai malam itu ngantri, ada yang ngambil air ada yang mandi ada yang nyuci pakaian," kata Dedi