Belajar Sopan Santun dari Orang Sunda, Kata Punten Jadi Kunci
Orang Sunda biasa melakukan hal ini sebagai bentuk sopan santun
Orang Sunda biasa melakukan hal ini sebagai bentuk sopan santun
Belajar Sopan Santun dari Orang Sunda, Kata Punten Jadi Kunci
Punten menjadi kata khas yang sering diucapkan oleh masyarakat Sunda. Istilah tersebut merupakan penggambaran sisi kesopanan dari seseorang di tengah interaksi sosial. Punten merupakan warisan tradisi lisan dari orang tua secara turun temurun.
Gambarkan Tata Krama ala Orang Sunda
Orang Sunda kemudian menjadikan kata punten sebagai kebiasaan yang harus dipelihara.
Kata punten juga menjadi salah satu bagian pembentuk kepribadian yang menggambarkan sikap menghormati terhadap sesama manusia.
Kapan Harus Menyebut Kata Punten?
Mengutip Instagram Jabar Quick Response, Senin (30/10), kata punten sebenarnya memiliki arti "permisi" yang bisa digunakan dalam banyak situasi.
Orang Sunda biasa menggunakannya saat harus bersinggungan dengan individu lain sebagai sarana untuk bertegur sapa.
Punten juga bisa jadi media untuk mencairkan suasana di momen tertentu saat dihadiri oleh banyak orang.
Penggunaan Kata Punten
Salah satu penggunaan kata punten adalah saat melewati sebuah rumah yang pemiliknya sedang berada di sana.
Pemilik rumah sendiri biasa beraktivitas di sekitar area tempat tinggalnya untuk menyapu, membersihkan sampah, atau mengerjakan hal lain.
Saat seseorang yang hendak melewati rumah warga dan pemiliknya ada di sana, ia diwajibkan untuk mengatakan punten sebagai bentuk meminta izin melewati rumah warga tersebut.
Lewat di Depan Orang yang Lebih Tua
Kata punten selanjutnya juga dipakai saat hendak melintas di depan seseorang yang sedang duduk dan usianya lebih tua.
Ini biasanya dibarengi dengan badan yang sedikit dibungkukkan sembari menyebut kata punten dan menghadap ke orang yang hendak dilewati itu.
Ini kebanyakan diucap oleh anak-anak hingga orang dewasa di wilayah perkampungan Sunda.
Menunjuk Arah Menggunakan Jempol
Selain mengatakan punten, sisi sopan santun lainnya di kalangan warga Sunda adalah menunjuk arah menggunakan jempol.
Tak hanya itu, jari-jari lainnya juga harus digenggam sembari mengarahkan jari jempol ke jalan yang ditanyakan.
Lalu si pemberi arah juga diharuskan sedikit membungkukkan badan sebagai upaya menghormati si penanya.
Saat Makan dalam Riungan
Masyarakat Sunda memiliki banyak acara yang mengundang keramaian (riungan). Biasanya di sana diadakan kegiatan makan-makan termasuk dengan orang yang lebih tua.
Di sini orang Sunda mengajarkan anak-anaknya untuk bertingkah sopan di acara tersebut, dengan cara membiarkan orang dewasa mengambil makanan lebih awal.
Anak-anak akan dicap tidak sopan jika melangkahi orang dewasa dalam mengambil makanan di acara riungan tersebut.