Sudah Tahu Belum Cara Membedakan Tahu Berformalin atau Tidak? Ini Caranya
Tahu merupakan makanan sehat yang sering disalahgunakan dengan mencampur zat kimia berbahaya demi mendapatkan keuntungan semata. Perlu waspada saat membelinya
Sudah Tahu Belum Cara Membedakan Tahu Berformalin atau Tidak? Ini Caranya
Tahu, si bahan makanan murah meriah yang tak hanya lezat disantap dalam berbagai olahan, tapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan.
Tetapi, tahukah Anda bahwa tahu juga bisa menjadi korban praktek nakal? Tahu berformalin, sebuah ancaman bagi kesehatan, mengintai di pasar. Mari pelajari cara membedakan tahu yang aman dari yang berbahaya, agar kita bisa tetap menikmati hidangan lezat tanpa khawatir.
Tahu, berasal dari kacang kedelai yang kaya akan isoflavon, memberikan manfaat besar bagi kesehatan kita. Isoflavon, sejenis senyawa tanaman, diketahui memiliki potensi untuk mencegah berbagai penyakit.
Tahu merupakan bahan makanan serbaguna yang dapat diolah menjadi hidangan lezat seperti tahu goreng, sup tahu, dan banyak lagi.
Motif di balik praktik ini adalah agar tahu tetap awet dan menarik tanpa perlu khawatir tentang kerusakan atau pembusukan. Akan tetapi, dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh formalin jauh lebih serius.
Sayangnya, tidak semua tahu yang dijual di pasaran aman untuk dikonsumsi. Ada kasus tahu yang dicampur dengan formalin, bahan kimia berbahaya yang sering digunakan untuk mengawetkan mayat.
Membedakan tahu segar dari tahu yang dicampur formalin mungkin bukan perkara mudah, tetapi ada beberapa cara yang dapat Anda coba. Berikut adalah dua metode sederhana yang dapat membantu Anda memilih tahu yang aman untuk dikonsumsi.
1. Genggam Tahu
Secara fisik, tahu segar dan tahu berformalin terlihat serupa. Namun, perbedaan dapat ditemukan dalam tekstur tahu tersebut. Cara sederhana untuk membedakannya adalah dengan merasakannya saat digenggam.
Jika tahu terasa lebih keras dan padat dari yang seharusnya, ada kemungkinan besar itu adalah tahu berformalin. Anda juga dapat mencoba menekan tahu dengan jari. Jika tahu mudah hancur, itu adalah tanda bahwa tahu tersebut segar.
Namun, ada cara yang lebih efektif untuk menguji tahu. Cobalah menyimpan tahu di suhu ruangan selama semalaman. Jika tahu tetap baik dan tidak rusak, itu adalah indikasi kuat bahwa tahu tersebut mengandung formalin.
Tahu yang dicampur formalin memiliki beberapa ciri khas yang dapat diidentifikasi. Biasanya, tahu berformalin memiliki tekstur yang lebih keras dan kenyal dibandingkan dengan tahu segar yang lembut.
2. Ciri Khas Tahu Berformalin
Jika Anda ingin memeriksa tahu dengan lebih baik, coba jatuhkan dari ketinggian setengah meter. Jika tahu tidak hancur, ini mungkin merupakan tanda bahwa formalin telah dicampurkan.
Agung Marliyanto dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memberikan saran lebih lanjut. Ia mengungkapkan, "Kalau tidak hancur, berarti mengandung formalin. Lalu ditusuk dengan jari, kalau keras dan kenyal pasti berformalin. Karena tekstur tahu itu sebenarnya lembut dan mudah hancur."
Cara mendeteksi ada atau tidaknya tambahan zat kimia pada sebuah makanan adalah dengan mencium aromanya. Tahu yang terbuat dari bahan dasar kedelai, akan memiliki aroma khas kedelai yang sangat bisa dikenali. Sedangkan saat diawetkan dengan formalin, aroma alami khas kacang kedelai akan hilang dan muncul aroma zat-zat kimia yang cukup menyengat hidung.
3. Periksa Aroma Tahu
Formalin dapat menyebabkan iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, dan gangguan pada sistem pencernaan.
Tidak bisa dipungkiri, bahaya formalin pada makanan tidak boleh diabaikan. Dalam konsentrasi yang tinggi, formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Dalam jangka panjang, akumulasi formalin dalam tubuh dapat mengakibatkan efek kronik seperti gangguan pada hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, serta masalah menstruasi pada wanita.
Bahkan, konsumsi makanan yang mengandung formalin diduga dapat meningkatkan risiko kanker.
Tahu tetap menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, tetapi kita perlu waspada terhadap praktek-praktek curang yang dapat membahayakan kesehatan kita.
Meskipun membedakan tahu segar dari tahu berformalin mungkin tidak selalu mudah, kita dapat menggunakan metode sederhana seperti menggenggam dan menjatuhkan tahu untuk memeriksa keasliannya. Selain itu, selalu periksa sumber tahu Anda dan belilah dari pedagang terpercaya.