Cookie Cove x Make-A-Wish®️ Indonesia Wujudkan Harapan Almira, Gadis Pengidap Leukimia Bernyanyi di Atas Panggung
Chelsea Purnama, Joelle Wiyono, bersama Make-A-Wish®️ Indonesia wujudkan harapan Almira tampil bernyanyi di atas panggung.
Di balik wangi manis kue yang baru dipanggang, ada cerita hangat tentang kepedulian dan harapan.
Dua remaja kreatif, Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono, memulai sesuatu yang sederhana namun bermakna, sebuah bisnis kecil bernama Cookie Cove yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyentuh hati.
Berawal dari hobi membuat kue yang dibawa ke sekolah, Chelsea dan Joelle, dua siswi dari Jakarta Intercultural School (JIS) ini tumbuh menjadi usaha rumahan yang melayani pesanan puluhan cookies setiap minggunya.
“Kami ingin orang-orang selalu kembali untuk mencicipi rasa baru,” ujar Chelsea.
Setiap pekan, Cookie Cove merilis dua varian rasa cookies yang berbeda, sebuah ide yang terinspirasi dari bisnis cookie Amerika, Crumbl, yang terkenal dengan inovasi rasa mingguan mereka.
Namun, yang membuat Cookie Cove istimewa bukan hanya kreativitasnya dalam menciptakan rasa.
Separuh dari hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit serius, melalui kolaborasi dengan Make-A-Wish®️ Indonesia.
“Kami ingin membantu anak-anak seumuran kami yang tidak punya banyak kesempatan,” kata Chelsea.
Dari Instagram, Chelsea dan Joelle menemukan keberadaan Make-A-Wish®️ Indonesia, yang baru saja hadir dua tahun lalu.
Mereka pun menghubungi pihak yayasan melalui email dan memutuskan untuk bergabung dalam program Adopt A Wish, di mana setiap donasi sebesar Rp15 juta akan diwujudkan menjadi harapan satu anak yang sedang sakit.
Inisiatif yang dilakukan Chelsea dan Joelle pun disambut baik oleh CEO Make-A-Wish®️ Indonesia, Imelda Tanoyo.
“Mereka lebih merasa terhubung ya dengan anak seumuran, jadi memang they give out for something, dan membuat empatinya lebih terasa,” ujarnya.
“Anak-anak seperti Chelsea dan Joelle jadi benar-benar merasakan bahwa usaha mereka ada tujuannya. Mereka nggak cuma jualan kukis, tapi mereka tahu siapa yang mereka bantu,” jelas Imelda.
Wujudkan Harapan Almira Tampil di Atas Panggung
Anak pertama yang Cookie Cove bantu adalah Almira, seorang gadis pengidap leukemia yang berasal dari Pandeglang, Banten, dan memiliki harapan sederhana namun penuh makna, yakni menyanyi di atas panggung.
“Kami sebenarnya tidak memilih siapa yang kami bantu. Kami hanya menyatakan ingin berkontribusi, dan Almira yang kemudian dipilihkan untuk kami,” jelas Chelsea.
Melalui donasi mereka, Almira mendapatkan les vokal dan akhirnya tampil di atas panggung dalam sebuah acara di sekolah Chelsea dan Joelle.
“Walau hanya sempat bertemu lewat video call, kami bisa merasakan semangat dan keceriaan Almira. Dia tampak begitu bahagia ketika bernyanyi,” ungkap Chelsea.
Bagi Chelsea dan Joelle, pengalaman membantu Almira mewujudkan harapannya lebih dari sekadar kegiatan sosial.
“Itu memberikan kami kepuasan dan kebahagiaan luar biasa. Kami merasa benar-benar membuat perbedaan,” ucapnya.
“Harapan kami ke depan, Cookie Cove bisa membantu lebih banyak anak, memberi dampak positif, dan jadi bagian dari perubahan,” jelas Chelsea.
Bawakan Lagu First Love
Selama beberapa minggu, Almira menjalani latihan, menerima perlengkapan panggung, dan melakukan rekaman.
Puncaknya adalah penampilan solonya dalam acara Collaborative Charity Concert “The Gift of Music” pada Minggu, 4 Mei 2025 di Jakarta Intercultural School dengan menyanyikan lagu “First Love.”
“Bayangkan, anak yang awalnya hanya mendengar percakapan seputar pengobatan, dokter, dan pantangan makanan, kini punya sesuatu yang dinanti-nantikan setiap hari. Dia jadi lebih semangat makan, menjalani treatment, dan tidak mudah ngambek,” ujar Imelda.
Sebelumnya, anak-anak dengan kondisi medis kritis seperti Almira dirujuk untuk mendapatkan kesempatan menjalani "perjalanan harapan" atau wish journey.
Prosesnya dimulai dengan pemberian wish booklet (sebuah buku kecil berisi ruang bagi anak-anak untuk menggambar atau menulis harapan mereka).
“Lewat booklet ini, mereka belajar memahami apa itu harapan, bukan sekadar kebutuhan,” kata Imelda.
Setelah booklet dikembalikan, lengkap dengan data diri dan rekomendasi dokter, Make-A-Wish®️ Indonesia memulai tahap wawancara intensif dengan si anak untuk memastikan keinginan mereka yang sesungguhnya.
Dalam kasus Almira, harapannya sederhana namun bermakna, yakni menjadi seorang penyanyi.
“Kita tanya, benar nggak Almira ingin menjadi penyanyi? Apa yang dia suka? Hobinya apa? Dari situ kami desain harapan itu. Harapan Almira untuk bernyanyi di atas panggung merupakan wish ke-30 yang telah kami wujudkan di Indonesia,” ungkap Imelda.
Make-A-Wish®️ Indonesia kemudian merancang sebuah pengalaman menjadi penyanyi sungguhan: mulai dari les vokal intensif selama tiga minggu, rekaman di studio professional, hingga tampil live di panggung sekolah JIS.
Almira Sangat Excited
Imelda tak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika menceritakan perjalanan Almira mengejar harapannya. Gadis kecil itu begitu bersemangat ketika diberi kesempatan untuk bernyanyi di atas panggung.
“Anaknya sangat excited, kami mulai kirimkan baju, mulai rekaman, dan dia kami ikutkan les vokal,” ujarnya.
Selama tiga minggu terakhir, Almira menjalani pelatihan intensif bersama guru profesional, dan semangatnya tak pernah surut.
“Bayangkan, seorang anak yang terdiagnosis penyakit serius, biasanya percakapan di keluarganya hanya seputar sakit itu saja, pengobatannya, dokternya siapa, dan seterusnya,” ujar Imelda.
Dirinya pun berharap agar semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan dan misi mulianya.
“Tak hanya itu, semoga semakin banyak pula hati-hati baik yang tergerak, seperti halnya Chelsea dan Joelle, untuk mendonasikan waktu, tenaga, maupun dana demi anak-anak seperti Almira,” ujar Imelda.
“Semoga pula informasi ini menjangkau lebih luas hingga ke perusahaan-perusahaan lain yang memiliki semangat serupa, bukan hanya sekolah atau anak-anak saja, tapi juga berbagai institusi lain yang bisa turut serta mendukung misi penuh harapan ini,” jelasnya.