Tersembunyi Ribuan Tahun di Bawah Gurun Pasir, Arkeolog Kaget Saat Pertama Kali Membuka Piramida Mesir Ini
Sisa-sisa piramida ini pertama kali ditemukan pekerja tambang yang menggali di dekat situs tersebut.
Para arkeolog terperanjat setelah membuka piramida kuno yang hilang untuk pertama kalinya. Piramida ini berada di Dahshur, Mesir, yang menjadi tempat pemakaman keluarga kerajaan.
Arkeolog menemukan sisa-sisa piramida ini yang tersembunyi di bawah gurun pasir selama ribuan tahun, seperti dikutip dari laman LAD Bible, Rabu (5/2).
Ahli Mesir asal Inggris dan juga penulis Dr. Chris Naunton, menyelidiki situs di Dahshur setelah penemuan mengejutkan yang dia sebut "lanskap yang terlihat seperti bulan".
Sisa-sisa piramida ini pertama kali ditemukan pekerja tambang yang menggali di wilayah tersebut, di mana mereka menemukan potongan balok batu kapur. Para pekerja ini kemudian langsung menginformasikan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir dan kemudian menggali situs tersebut.
Dalam dokumenter berjudul Mystery of the Lost Pyramid yang ditayangkan Smithsonian Channel, ditemukan jalur menuju pintu masuk piramida di bawah struktur kuno tersebut. Ada tangga yang menuju kompleks bawah tanah, ke jantung piramida.
"Blok-blok besar ini melindungi satu-satunya akses menuju ruang (bawah tanah) dan mumi serta harta karun apa pun yang mungkin tersembunyi di dalamnya," jelas narator dalam dokumenter tersebut.
"Dan beda seperti piramida lainnya yang ditemukan sejauh ini, ini tampaknya masih tersegel."
Ada Kerangka
Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir memberikan izin untuk membuka batu penutup di dalam piramida tersebut untuk pertama kalinya dalam hampir 4.000 tahun.
"Tapi apa yang ditemukan di dalam mengejutkan," kata narator tersebut.
Para arkeolog menemukan ternyata situs itu pernah menjadi TKP kejahatan di masa lalu. Diduga ada seorang penyusup masuk dan mencuri isinya.
Setelah melakukan pencarian di situs tersebut, dipastikan bahwa kerangka yang ditemukan di dalam piramida itu milik Putri Hatshepsut, berasal dari Dinasti ke-13 Mesir Kuno. Dr Naunton meyakini situs itu pernah dijarah sebelum ditutup dengan batu untuk mencegah para penjarah.
Nama Putri Hatshepsut terungkap untuk pertama kalinya setelah menggunakan teknologi pemindaian dan ditemukan hieroglief di samping dada kanopi putri tersebut.
"Tidak ada catatan tentang Putri Hatshepsut yang baru ditemukan ini tapi dia sosok cukup penting yang dimakamkan di piramidanya sendiri," jelas narator dalam dokumenter tersebut.