Respons Donald Trump Soal Loyalisnya Charlie Kirk Tewas Ditembak
Trump mengkritik keras kelompok sayap kiri radikal dalam pernyataannya baru-baru ini.
Presiden Donald Trump mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kematian Charlie Kirk (31), seorang tokoh konservatif sekaligus sahabat dekatnya, yang ditembak saat memberikan pidato di Utah Valley University (UVU) pada Rabu (11/9) sekitar pukul 12.10 waktu setempat.
Dalam sebuah video yang diposting di platform media sosial Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa ia merasa sangat sedih dan marah atas tindakan pembunuhan yang brutal terhadap Kirk.
“Charlie menginspirasi jutaan orang, dan malam ini semua orang yang mengenalnya serta mencintainya bersatu dalam keterkejutan dan ketakutan. Charlie adalah seorang patriot yang mengabdikan hidupnya untuk perjuangan debat terbuka dan untuk negara yang dia cintai dengan sepenuh hati, Amerika Serikat (AS),” kata Trump.
“Dia adalah contoh bagi kebenaran dan kebebasan, serta tidak ada sosok yang lebih dihormati oleh generasi muda. Charlie juga adalah seorang pria yang memiliki iman yang sangat kuat. Kita dapat terhibur dengan keyakinan bahwa dia kini beristirahat dalam damai bersama Tuhan di surga. Saya berdoa agar Tuhan memberikan perlindungan kepada istri dan anak-anak Charlie di tengah masa duka dan penderitaan yang sangat berat ini. Ini adalah saat yang gelap bagi AS," tambahnya.
Trump juga menegaskan bahwa ia akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan yang ia sebut sebagai "kekerasan politik".
“Kami akan menemukan setiap individu yang berkontribusi pada tindakan keji ini maupun kekerasan politik lainnya,” tegasnya.
Menurut Trump, kekerasan politik dari sayap kiri radikal telah menyebabkan terlalu banyak orang tidak bersalah menderita.
Namun, pernyataan Trump ini justru mendapatkan kritik. Para lawan politiknya berpendapat bahwa retorika Trump yang sering menyalahkan sayap kiri radikal justru memperburuk polarisasi dan berpotensi mendorong kekerasan terhadap mereka yang berbeda pandangan.
Kedekatan antara Trump dan Kirk terjalin berkat kesamaan ideologi populis-konservatif yang mereka anut.
Kirk dikenal sebagai sosok yang mencerminkan konservatisme agresif ala Trump, terutama setelah mendirikan Turning Point USA pada tahun 2012 untuk merangkul kalangan muda di kampus-kampus yang cenderung liberal.
Organisasi tersebut telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam basis politik Partai Republik di era Trump, menjadikan Kirk bukan hanya sekadar pendukung, tetapi juga sekutu strategis yang membantu memperluas jangkauan politik Trump di kalangan generasi muda.
Kirk ditembak di leher saat menyampaikan pidato dalam acara terbuka yang diselenggarakan oleh Turning Point USA.
Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 3.000 orang, sebagian besar adalah mahasiswa, dan merupakan bagian dari upaya kelompok konservatif tersebut untuk menjangkau generasi muda di kampus-kampus yang cenderung liberal.
Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, Kirk tidak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Tersangka masih buron
Tembakan tunggal itu menyebabkan kepanikan yang meluas. Para mahasiswa berlarian keluar, dengan sebagian dari mereka menangis dan berteriak.
"Orang-orang spontan berdoa sambil panik, lalu berhamburan lari," ujar Gavin, seorang mahasiswa tahun pertama, kepada CBS News.
Seorang siswa SMA yang berada di lokasi kejadian menggambarkan situasi yang sangat kacau.
"Semua orang mulai menjerit, banyak yang menangis. Rasanya seperti mimpi buruk," katanya.
Saksi lainnya juga menceritakan momen-momen tragis yang terjadi di panggung.
"Seperti air mancur darah keluar dari lehernya. Tubuhnya langsung limbung dan matanya terpejam," ungkap jurnalis Deseret News, Emma Pitts.
Pitts menekankan bahwa pengamanan di acara tersebut sangat lemah, karena tidak ada pemeriksaan tas atau barang bawaan peserta sebelum acara dimulai.
Istri dan anak-anak Kirk dilaporkan berada di tengah kerumunan saat penembakan berlangsung, dan Senator Oklahoma Markwayne Mullins mengonfirmasi kehadiran keluarga tersebut.
Penyelidikan masih terus dilakukan. Pihak keamanan kampus sempat menahan seorang tersangka, namun ia dibebaskan setelah diperiksa.
FBI juga pernah menangkap seorang terduga lain, tetapi kemudian membebaskannya. Saat ini, aparat gabungan sedang melakukan pencarian dari pintu ke pintu untuk menemukan pelaku penembakan yang sebenarnya.
Melansir BBC, rekaman CCTV menunjukkan pelaku penembakan yang mengenakan pakaian serba hitam dan diduga melepaskan tembakan dari atap gedung di kampus.
Kampus akan ditutup untuk sementara waktu
Pihak UVU mengumumkan bahwa seluruh kampus akan ditutup hingga akhir pekan.
"UVU akan ditutup pada 11--14 September. Semua kelas, kegiatan, dan layanan administrasi ditangguhkan," demikian pernyataan resmi dari pihak UVU.
Saat ini, situs universitas menampilkan banner merah yang memberikan informasi tentang penutupan tersebut, serta menyertakan pesan belasungkawa,
"Atas nama komunitas UVU, kami terkejut dan berduka atas meninggalnya Charlie Kirk, tamu kampus kami. Hati kami bersama keluarganya."
Keputusan penutupan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang tidak terduga dan menyedihkan.
Seluruh anggota komunitas UVU diharapkan untuk menghormati momen duka ini dan memberikan dukungan kepada keluarga yang terkena dampak.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan kelas yang akan dilanjutkan setelah penutupan ini akan diumumkan kemudian. Komunitas diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan melalui situs resmi universitas.