Pidato di Sidang Umum PBB, Prabowo Ungkap Indonesia Bakal Bangun Giant Sea Wall 480 Km
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia berencana membangun tanggul laut raksasa yang akan memiliki panjang mencapai 480 kilometer.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall dengan panjang 480 kilometer (km). Proyek pembangunan giant sea wall ini bertujuan untuk melindungi wilayah pesisir utara (pantura) Jawa dari risiko kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang berlangsung di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9). Dalam kesempatan itu, Prabowo berada di urutan ketiga untuk menyampaikan pidato.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kami bersaksi di hadapan anda bahwa kami telah merasakan dampak langsung dari perubahan iklim, terutama ancaman kenaikan permukaan air laut,” ungkap Prabowo dalam siaran yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, pada Selasa (23/9).
Ia juga menjelaskan bahwa permukaan air laut di Pantura Jawa meningkat sekitar 5 sentimeter setiap tahunnya. Oleh karena itu, Prabowo berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan tanggul laut raksasa yang diperkirakan akan memakan waktu selama 20 tahun.
“Bayangkan dalam sepuluh tahun? Dalam dua puluh tahun? Untuk ini, kami terpaksa membangun tembok laut raksasa, sepanjang 480 kilometer. Ini mungkin akan memakan waktu 20 tahun, tetapi kami tidak punya pilihan. Kami harus mulai sekarang,” tuturnya.
Cara Menghadapi Perubahan Iklim
Prabowo menyatakan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa merupakan langkah konkret Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim. Ia juga percaya bahwa negara ini dapat mencapai target emisi nol bersih sebelum tahun 2060.
"Kami memilih untuk menghadapi perubahan iklim bukan dengan slogan, tetapi dengan langkah-langkah segera," ucap Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan prestasi Indonesia dalam mencapai swasembada beras. Ia mengungkapkan bahwa produksi beras tahun ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Selain itu, Prabowo menambahkan bahwa cadangan pangan Indonesia juga sangat melimpah.
"Tahun ini, kami mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah kami. Kami kini swasembada beras," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/9).
Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia telah mulai mengekspor beras ke beberapa negara yang memerlukannya, salah satunya adalah Palestina. "Kita mulai mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina," ujarnya.
Membangun Rantai Pasokan
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sedang membangun sistem rantai pasokan pangan yang solid untuk meningkatkan produktivitas petani lokal, yang pada gilirannya akan mendukung ketahanan pangan nasional. Ia percaya bahwa Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia.
"Kami membangun rantai pasok pangan yang tangguh, meningkatkan produktivitas petani, dan Climate-Smart Agriculture, demi ketahanan pangan anak-anak kita, dan anak-anak dunia. Kami yakin, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia," jelas Prabowo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)