Pidato di Dewan HAM PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Prabowo pada Keadilan Sosial
Menlu Sugiono berpidato di depan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss kemarin.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan, Indonesia terus berupaya mewujudkan keadilan sosial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mulai dari pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak, perluasan akses pendidikan, layanan kesehatan serta perumahan kepada masyarakat.
Sugiono menyampaikan itu dalam High Level Segment ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa pada Senin (23/2).
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus menjalankan transformasi nasional untuk mewujudkan keadilan sosial,” kata Sugiono.
Bentuk Penerapan HAM
Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menyatakan, penghormatan terhadap hak asasi manusia dimulai dari kehidupan sehari-hari.
"Ketika anak-anak bisa belajar tanpa merasa kelaparan, masyarakat hidup dalam rasa aman dan memiliki kesempatan dalam menjalani kehidupan yang dikehendaki," ujarnya.
Hak-hak dasar tersebut yang diutamakan Indonesia di dalam negeri disebutnya sebagai bentuk penerapan hak asasi manusia kepada warga negaranya.
“Perluasan akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bukan sekadar persoalan perumusan kebijakan. Hal tersebut merupakan perwujudan hak-hak dasar,” sebutnya.
Berkolaborasi dengan Lembaga HAM
Demi merealisasikan program-program pemenuhan HAM kepada masyarakat, Indonesia terus meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga. Akuntabilitas pun ditingkatkan.
Sugiono mengungkapkan, Pemerintah Indonesia terus berkolaborasi secara konstruktif dengan lembaga-lembaga HAM yang ada. Hal ini dalam rangka memperkuat Rencana Aksi Nasional Keenam Hak Asasi Manusia.
“Indonesia terus bekerja sama secara erat dengan lembaga-lembaga HAM nasional, membangun kolaborasi yang konstruktif dalam upaya berkelanjutan untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia, sejalan dengan prioritas nasional dan norma internasional,” ungkapnya.
Indonesia dijelaskannya telah melakukan reformasi hukum dengan merevisi KUHP dan KUHAP baru. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat kedaulatan hukum serta memperkuat keseimbangan antara ketertiban, kebebasan dan kemakmuran.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sugiono juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Indonesia untuk menjadi Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026.
"Indonesia akan berupaya mewujudkan kemajuan yang berarti dalam penegakan HAM," pungkasnya.