Penemuan Monumen Yonaguni, Bukti Adanya Kota Misterius di Bawah Laut Jepang
Ada banyak kota di dunia yang diteorikan pernah ada namun kini menghilang. Salah satunya adalah Monumen Yonaguni. Yuk, simak faktanya!
Yuk, simak fakta lengkapnya!
Penemuan Monumen Yonaguni, Bukti Adanya Kota Misterius di Bawah Laut Jepang
Peradaban kuno yang tanpa disangka jauh lebih maju dari perkiraan seharusnya telah bermunculan sepanjang sejarah. Banyak kota yang diteorikan pernah ada namun kemudian menghilang kini ditemukan, baik di bawah lautan maupun di bawah tanah.
Salah satu kota yang paling terkenal dan melekat dengan teori tersebut adalah Atlantis. Namun, Atlantis bukan merupakan satu-satunya. Masih ada kota-kota lain di dunia, seperti El-Dorado, kota Z, Shangri-La, hingga Monumen Yonaguni.
Penemuan yang baru-baru ini menghebohkan dan seolah membuktikan teori banyak orang adalah penemuan Monumen Yonaguni.
Monumen Yonaguni ini diyakini oleh banyak orang sebagai bukti nyata adanya kota bawah laut Jepang yang sempat menghilang.
Letak Monumen Yonaguni
Letak Monumen Yonaguni tepat berada di lepas pantai Yonaguni. Wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Okinawa, bagian paling selatan Kepulauan Ryukyu, Jepang.
Apabila dilihat dari sudut pandang yang lain, lokasinya hanya berada pada 62 mil di sebelah timur Taiwan.
Fakta Monumen Yonaguni
Monumen Yonaguni berukuran 100 meter x 60 meter x 25 meter. Monumen tersebut terletak di bawah air, tepatnya di wilayah laut yang cukup dangkal. Orang-orang yang pernah melihat monumen tersebut secara langsung seringkali menggambarkannya sebagai piramida atau bangunan dengan banyak anak tangga.Jika dilihat dari tampilan bangunannya, kemungkinan besar monumen Yonaguni merupakan hasil buatan tangan manusia. Tampilan dari tangga, permukaannya yang halus, serta desain umum dari struktur monumen Yonaguni membuatnya sulit dipercaya bahwa itu adalah desain yang tidak disengaja.
Teori yang Muncul Terkait Monumen Yonaguni
Penemuan monumen Yonaguni membuat masyarakat percaya bahwa monumen tersebut kemungkinan besar adalah bukti dari peradaban yang hilang. Mereka meyakini bahwa monumentersebut adalah Atlantis versi Jepang. Ada dua teori yang muncul di dekat Jepang, yakni Mu dan Lemuria.
Agar hal itu terjadi, maka sebuah struktur harus berusia setidaknya 5.000 tahun, dan itulah yang terjadi dalam kasus monumen Yonaguni. Meski begitu, masih banyak perdebatan mengenai monumen tersebut. Tidak semua orang percaya bahwa itu adalah buatan manusia. Para ilmuwan bahkan cukup yakin bahwa struktur tersebut dibuat secara alami.