Struktur misterius ini ditemukan seorang penyelam pada 1987, namun asal usulnya masih menjadi perbincangan.
Tidak seperti piramida yang ada di Mesir maupun Amerika Latin, piramida yang ditemukan di Jepang ini sangat aneh dan langka, karena beradadi bawah laut.
Dinamai Monumen Yonaguni, struktur berbentuk piramida ini ditemukan penyelam lokal, Kihachiro Aratake pada 1987.
Sumber: Unilad
Puncak monumen setinggi sembilan meter ini hanya lima meter di bawah permukaan, dan terletak di dekat pulau Yonaguni, Jepang. Diyakini piramida ini merupakan reruntuhan peradaban kuno berusia 10.000 tahun.
Diduga dulunya struktur ini adalah kastil, kuil, stadion, dan bahkan jalan.
Advertisement
"Saya menginjaknya tidak sengaja," tutur Aratake kepada BBC.
"Saya merasa sangat tersentuh ketika menemukannya."
Foto: BBC
Ketika menemukan struktur kuno itu, dia menyadari itu adalah harta karun Pulau Yonaguni.
Foto: Unveiled/YouTube
"Saya merahasiakannya. Saya tidak menceritakan ke siapapun staf saya," ujarnya.
Tim ilmuwan kemudian mulai meneliti struktur tersebut.
Foto: Unveiled/YouTube
Advertisement
"Sangat sulit untuk menjelaskan asal-usulnya sebagai sesuatu yang alami' mengingat 'banyaknya bukti pengaruh manusia terhadap struktur tersebut," kata Profesor Masaaki Kimura dari Universitas Ryukyu.
Sementara itu, Aratake mengatakan 'tangga spiral' monumen itulah yang meyakinkannya bahwa itu adalah buatan manusia.
Mengenai siapa yang membangunnya, salah satu teori menyatakan bahwa pulau ini diciptakan oleh orang-orang Jōmon: pemburu-pengumpul yang mendiami pulau-pulau tersebut sejak tahun 12000 SM.
Ahli geologi juga meneliti struktur tersebut. Ada anggapan piramida itu adalah Benua Atlantis yang hilang, namun ada yang mengatakan itu formasi alami yang langka.
“Ini adalah geologi dasar dan stratigrafi klasik untuk batupasir, yang cenderung pecah di sepanjang bidang dan memberikan tepian yang sangat lurus, terutama di daerah dengan banyak patahan dan aktivitas tektonik," jelas Robert Schoch, profesor di Universitas Boston yang pernah mengeksplorasi situs tersebut.
Advertisement
Ilmuwan di Universitas Ryukyu, Takayuki Ogata juga mengatakan struktur itu terbentuk secara alami. Dia pernah mengunjungi situs tersebut pada 2016.
"Saat pertama kali melihatnya saya langsung tahu formasi itu mirip dengan yang ada di darat," katanya kepada BBC.
“Saya telah meneliti banyak lokasi dan melakukan banyak kerja lapangan, tapi ini pertama kalinya saya melihat formasi yang bersambung dari daratan ke perairan.”