Netanyahu Beri Hadiah Pager Emas ke Trump, Pengakuan Atas Serangan Brutal Israel di Lebanon
Teror pager di Lebanon berlangsung selama dua hari, di mana ribuan pager dan walkie-talkie milik anggota Hizbullah meledak, menewaskan puluhan orang.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memberikan hadiah pager emas kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat bertemu di Washington. Pemberian ini menjadi pengakuan atas serangan teror pager Israel di Lebanon yang membunuh 42 orang tahun lalu.
"Itu operasi hebat," ucap Trump setelah menerima pager tersebut, seperti dilaporkan media Israel, Channel 12, dikutip dari The New Arab, Kamis (6/2).
Israel melakukan serangan teror di Lebanon selama dua hari pada September 2024, di mana ribuan pager dan walkie-talkie milik anggota Hizbullah tiba-tiba meledak, membunuh puluhan orang termasuk seorang anak. Teror brutal tersebut juga melukai sedikitnya 4.000 orang, sebagian besar warga sipil.
Trump juga memberikan hadiah kepada penjahat perang tersebut berupa sebuah foto mereka berdua dari kunjungan ke Gedung Putih pada Selasa (4/2). Foto tersebut bertuliskan kalimat pujian: "Kepada Bibi, seorang pemimpin hebat".
Ketika serangan terjadi, Netanyahu sesumbar bahwa dia secara pribadi telah menyetujui operasi tersebut beberapa minggu setelah serangan terjadi. Pada Desember, dua mantan agen Mossad mengungkapkan di program 60 Minutes bagaimana Hizbullah ditipu untuk membeli ribuan walkie-talkie dan pager yang telah dipreteli, tanpa menyadari bahwa itu dibuat di Israel.
Menurut Human Rights Watch (HRW), serangan tersebut bisa menjadi pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional karena penggunaan pager sebagai jebakan yang dapat "dikaitkan dengan penggunaan sehari-hari warga sipil".
“Penggunaan alat peledak yang lokasi pastinya tidak dapat diketahui secara pasti merupakan tindakan yang melanggar hukum dan sembarangan… dan akibatnya akan menyerang sasaran militer dan warga sipil tanpa membeda-bedakan,” kata direktur HRW Timur Tengah dan Afrika Utara, Lama Fakih.