Turki Gagalkan Pengiriman 1.300 Pager Berisi Bom ke Lebanon, Alat yang Digunakan Israel dalam Serangan Teror Tahun Lalu

Pager tersebut dikirim dari Hong Kong, alat yang sama yang digunakan saat serangan teror di Lebanon dan Suriah tahun lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Turki Gagalkan Pengiriman 1.300 Pager Berisi Bom ke Lebanon, Alat yang Digunakan Israel dalam Serangan Teror Tahun Lalu
Turki Gagalkan Pengiriman 1.300 Pager Berisi Bom ke Lebanon, Alat yang Digunakan Israel dalam Serangan Teror Tahun Lalu (Merdeka.com)

Intelijen Turki menyita 1.300 pager berisi bom yang dikirim menuju Lebanon. Alat komunikasi ini dentik dengan yang digunakan dalam serangan di Lebanon pada September 2024, menurut laporan surat kabar Turki, Sabah.

Menurut laporan tersebut, beberapa hari setelah pengeboman pager oleh Mossad di Lebanon, 1.300 pager lainnya disita di bandara Istanbul dalam perjalanan ke Lebanon.

Organisasi Intelijen Turki (MIT) menerima informasi tentang pengiriman pager tersebut dan mulai memeriksa bandara dan pelabuhan. Mereka menemukan, pengiriman tersebut direncanakan pada tanggal 27 September, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (8/5).

Laporan tersebut merupakan bagian dari pengiriman yang dibawa ke Lebanon melalui rute yang rumit, yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar di beberapa negara, termasuk Bulgaria, Hungaria, Hong Kong, dan Taiwan, sebelum melewati Turki.

Pihak berwenang memantau pengiriman tersebut dan mencegahnya mencapai tujuan akhir, sebagai bagian dari kerja sama keamanan regional untuk memerangi penyelundupan perangkat elektronik yang mencurigakan.

Pada 17 dan 18 September 2024, Lebanon dan Suriah dilanda serangan teror pager dan walkie-talkie yang menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai hampir 3.000 lainnya. Serangan yang disebut Operasi Grim Beeper ini diyakini dilakukan oleh Israel, meninggalkan korban dengan luka serius seperti kehilangan jari, tangan, mata, dan cedera akibat pecahan peluru.

Penangkapan ini bukan hanya melibatkan pager. Sebanyak 710 pengisi daya yang juga telah dipasang bom turut ditemukan dalam pengiriman tersebut. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa sekitar 3 gram bahan peledak putih yang mudah terbakar disembunyikan di dalam baterai pager, lengkap dengan sumbu peledak. Pager-pager ini dirancang untuk diledakkan dari jarak jauh melalui sinyal tertentu atau ketika suhu baterai terlalu panas, menunjukkan tingkat kecanggihan dan bahaya yang tinggi.

Serangan Teror Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan telah menginformasikan mantan Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, tentang penyitaan dan pemusnahan pager-pager tersebut pada Desember 2024. Hal ini menunjukkan adanya kerja sama intelijen antara Turki dan Lebanon dalam upaya memerangi terorisme dan mencegah ancaman keamanan regional.

Pimpinan Mossad Israel, David Barnea, sebelumnya mengungkapkan 500 radio pager pertama telah dibawa ke Lebanon beberapa pekan sebelum 7 Oktober 2023.

Pada 17 September, Israel meledakkan pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah dan warga sipil. Keesokan harinya, Israel meledakkan radio ICOM, menewaskan total 37 orang dan melukai serius 2.931 orang.

Barnea mengatakan operasi pager tersebut merupakan titik balik dalam perang dengan Lebanon.

Rekomendasi