NASA Umumkan Kabar Baik, Potensi Asteroid Seukuran Gedung Besar Tabrak Bumi Turun Drastis
Asteroid 2024 YR4 diprediksi akan menabrak Bumi pada tahun 2032.
Kabar baik diungkapkan Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA terkait asteroid 2024 YR4. Sebelumnya, asteroid ini diprediksi akan menghantam Bumi pada tahun 2032, namun berdasarkan data terbaru, potensi tabrakan telah menurun drastis.
Pada 18 dan 20 Februari 2025, NASA mengumumkan peluang tabrakan kini hanya 0,28 persen atau 1 banding 360, yang merupakan penurunan signifikan dari angka sebelumnya. Angka peluang tabrakan asteroid ini sempat mencapai 3,1 persen beberapa hari lalu, dan bahkan sempat mencapai 2,2 persen di awal Februari serta 1,2 persen di akhir Januari.
Meskipun risiko tabrakan telah menurun, asteroid 2024 YR4 masih berada di puncak daftar Sentry Risk Table, yang merupakan tabel yang melacak asteroid berpotensi berbahaya. NASA terus memantau pergerakan asteroid ini hingga April 2025, sebelum menjadi terlalu redup untuk diamati.
Penting untuk dicatat bahwa kemungkinan tabrakan asteroid dengan Bumi selalu berubah seiring dengan terkumpulnya data pengamatan yang lebih akurat. Meskipun saat ini risikonya sangat rendah, pemantauan dan penelitian terus dilakukan untuk memastikan keamanan Bumi dari ancaman asteroid.
NASA dan badan antariksa lainnya telah mempersiapkan strategi mitigasi jika diperlukan. Pada 31 Januari 2025, asteroid 2024 YR4 berada sejauh 48 juta kilometer dari Bumi dan terus menjauh. Asteroid ini dijadwalkan akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2028 dengan aman. Beberapa teleskop, termasuk Magdalena Ridge Observatory, Danish Telescope, dan Very Large Telescope, saat ini sedang memantau pergerakan asteroid ini.
Namun, seiring asteroid menjauh dan redup, hanya teleskop yang lebih besar yang mampu mendeteksinya. Diperkirakan bahwa asteroid ini dapat diamati hingga awal April 2025 sebelum terlalu jauh dan redup untuk dideteksi dari Bumi. Teleskop inframerah berbasis luar angkasa mungkin dapat melacaknya lebih lama.
Seukuran Gedung
Meskipun probabilitas tabrakan asteroid 2024 YR4 dengan Bumi pada tahun 2032 sangat rendah, ukuran dan potensi dampaknya cukup signifikan untuk memantau secara intensif. Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter antara 40 hingga 100 meter, setara dengan ukuran sebuah gedung besar.
Menurut European Space Agency (ESA), asteroid dengan ukuran ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan jika benar-benar menabrak Bumi. Jika terjadi tabrakan, dampaknya akan terasa di sepanjang koridor risiko yang membentang melintasi Samudra Pasifik bagian timur, Amerika Selatan bagian utara, Samudra Atlantik, Afrika, Laut Arab, dan Asia Selatan.
Kecepatan tabrakan diperkirakan mencapai 17 kilometer per detik (sekitar 38.000 mil per jam), yang dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.