Mirip Katak Tapi Bukan, Hewan Predator Ini 95 Persen Hidupnya Hanya Diam Tak Bergerak Sama Sekali
Hewan ini hidup di sungai-sungai di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.
Ini salah satu hewan predator unik. Penyu tapi memiliki wajah mirip katak. Hewan ini dikenal dengan nama penyu cangkang lunak raksasa Cantor (Pelochelys cantorii).
Dikutip dari Live Science, Selasa (19/11), Cantor hidup di sungai-sungai di Asia Selatan dan Tenggara. Hewan ini memakan ikan, moluska, krustasea, katak, serangga, burung, dan mamalia kecil.
Nama penyu ini diambil dari seorang ahli zoologi asal Denmark, Theodore Edward Cantor. Uniknya, hewan ini menghabiskan 95 persen hidupnya diam tak bergerak, terkubur di bawah lumpur atau pasir di sungai-sungai dangkal, dengan hanya mata dan moncong seperti snorkel yang menonjol keluar.
Namun ketika reptil aneh ini menemukan sesuatu untuk dimakan, mereka dapat bergerak secepat kilat. Ketika Cantor melihat ikan, katak, atau krustasea, mereka dengan sigap memanjangkan leher mereka untuk menyerang mangsanya. Mereka memiliki cakar panjang dan rahang kuat yang cukup kuat untuk menghancurkan tulang.
Hewan ini disebut "hewan bercangkang lunak mirip katak" karena wajahnya memiliki ciri-ciri yang sama dengan hewan amfibi tersebut. Mereka bisa tumbuh sampai panjangnya mencapai 100 cm dan beratnya bisa lebih dari 100 kg.
Cantor disebut memiliki kemampuan mengekstrak oksihen dari air melalui kulit mereka, yang membantu mereka tetap berada di dalam air dalam waktu yang lama. Namun, mereka juga muncul ke permukaan untuk menghirup udara dua kali sehari.
Penyu yang terancam punah ini sangat langka: Antara tahun 1985 dan 1995, hanya satu spesimen yang ditemukan. Mereka berasal dari sungai-sungai di India, Bangladesh, Burma, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Vietnam, China, Filipina, dan Indonesia.
Tahun ini, ahli biologi menemukan tempat bersarang pertama Cantor di tepi Sungai Chandragiri di Kerala, India. Para peneliti menggunakan pengetahuan dari masyarakat lokal untuk menemukan lokasi penyu tersebut.