Ini Daftar Negara G7 Pendukung Israel, Salah Satunya dari Asia
Negara G7 mengeluarkan pernyataan mendukung hak Israel membela diri dan kecam Iran sebagai sumber teror regional.
Para pemimpin negara G7 telah mengeluarkan seruan untuk "de-eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk pernyataan untuk gencatan senjata di Gaza." Namun, mereka tidak meminta gencatan senjata antara Israel dan Iran selama pertemuan puncak yang berlangsung di Kanada. Laporan dari BBC menginformasikan bahwa pernyataan bersama ini ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, yang kemudian meninggalkan pertemuan lebih awal. Menurut sekretaris persnya, hal ini disebabkan oleh berbagai kejadian yang terjadi di Timur Tengah.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh para pemimpin tersebut, yang dirilis saat Trump meninggalkan Kanada, menegaskan bahwa Israel berhak untuk membela diri dan menyebutkan bahwa Iran merupakan sumber teror yang seharusnya tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir. Desakan untuk menyelesaikan krisis yang dapat mengarah pada de-eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah merupakan sebuah langkah diplomatik yang bertujuan menjaga kesatuan di dalam G7, meskipun hal ini dapat mengurangi dampak dari pernyataan tersebut.
Daftar Negara G7 Pendukung Israel dan Kecam Iran
Sementara itu, AFP melaporkan bahwa dukungan negara-negara G7 terhadap Israel telah menuai kritik dari Iran. "G7 harus menghentikan retorika sepihak dan menangani sumber utama eskalasi yang sebenarnya, yaitu agresi Israel," ujar juru bicara kementerian luar negeri, Esmaeil Baqaei. Berikut adalah daftar negara G7 yang memberikan dukungan kepada Israel serta menyebut Iran sebagai penyebab utama ketidakstabilan dan teror di kawasan, berdasarkan sejumlah sumber, Rabu (18/6/2025):
Dikutip dari BBC, G7 (Group of Seven) merupakan kelompok yang terdiri dari tujuh negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Negara-negara yang tergabung dalam G7 adalah:
- Kanada
- Prancis
- Jerman
- Italia
- Jepang
- Inggris
- Amerika Serikat
Rusia pernah menjadi anggota pada tahun 1998, sehingga kelompok ini dikenal sebagai G8, namun keanggotaan Rusia dicabut pada tahun 2014 setelah insiden pengambilalihan Krimea.
Sementara itu, meskipun China memiliki ekonomi yang sangat besar dan merupakan negara dengan populasi terbanyak, negara tersebut tidak pernah menjadi anggota G7. Dalam pertemuan G7, perwakilan Uni Eropa biasanya juga hadir. Sepanjang tahun, para menteri dan pejabat dari negara-negara anggota G7 melakukan berbagai pertemuan untuk merumuskan kesepakatan dan menerbitkan pernyataan bersama mengenai isu-isu global yang penting.
Reaksi Iran atas Dukungan G7 terhadap Israel
Iran mengecam keras dukungan yang diberikan oleh negara-negara G7 kepada Israel. Iran menilai bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk keberpihakan yang jelas dan mengabaikan fakta bahwa agresi Israel merupakan akar dari konflik yang terjadi di kawasan tersebut. Iran juga menyoroti bahwa pernyataan G7 tidak mencerminkan upaya yang adil dan seimbang untuk mencapai perdamaian.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa dukungan G7 hanya akan memperburuk situasi dan mendorong Israel untuk terus melakukan tindakan agresif. Iran juga menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk membela diri terhadap setiap ancaman dan agresi yang dilakukan oleh Israel.
Pemerintah Iran menyerukan kepada masyarakat internasional untuk lebih memperhatikan akar penyebab konflik dan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap Israel. Iran juga mengajak negara-negara lain untuk tidak terpengaruh oleh tekanan politik dan propaganda yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya.