Ilmuwan Rekonstruksi Wajah Mumi Pendeta Wanita Berusia 2.700 Tahun, Ternyata Bukan Orang Mesir Kuno, Begini Wajah Aslinya
Mumi yang menjadi koleksi Museum Perth, Australia ini sejak dulu dianggap berasal dari Mesir.
Seorang ahli antropologi mengungkap siapa sosok mumi berusia 2.700 tahun yang awalnya dikira berasal dari Mesir. Mumi ini telah menjadi koleksi Museum Perth sejak tahun 1930-an.
Dr. Chris Rynn membuat gambar tiga dimensi tengkorak dari salah satu mumi koleksi Museum Perth dan menemukan fakta mengejutkan, sosok mumi itu yang dikira berasal dari Mesir itu adalah seorang perempuan yang berasal dari wilayah yang saat ini disebut Sudan.
Dikutip dari laman The National, Rynn menggunakan sinar X untuk membuat model tiga dimensi dari mumi tersebut. Ia menambahkan otot serta jaringan lunak ke tulang melalui teknologi rekonstruksi wajah dan terlihat jelas bahwa tengkoraknya sama sekali tidak seperti gambaran tradisional orang Mesir kuno.
"Mereka cenderung memiliki tengkorak panjang, wajah panjang dan sempit, sementara dia memiliki tengkorak lebar dan wajah kecil. Tidak mungkin saya bisa membuatnya terlihat seperti orang kemetik (pengikut paganisme Mesir kuno)," jelasnya.
Dr. Rynn menjelaskan, dirinya tidak menambahkan interpretasi artistik apa pun pada tengkorak mumi itu. Ia kemudian mulai mencocokan tengkorak mumi tersebut dan menemukan kemiripan dengan tengkorak Dinka yang berasal dari Sudan.
Wajah Asli Mumi
Menurut catatan sejarah, sebagian wilayah Mesir kuno sempat ditaklukan orang-orang Kushite kuno. Orang-orang Kushite adalah orang Sudan. Mumi tersebut dikenal sebagai Ta-Kr-Hb, berdasarkan hieroglif pada sarkofagusnya dan diduga seorang pendeta perempuan.
“Dia berusia antara 30-40 tahun. Namun, sulit untuk memperkirakan usianya karena giginya sangat rusak,” jelasnya.
Sarkofagus ini ditemukan pada akhir abad ke-19 di Mesir sebelum dijual kepada seorang pengusaha dari Alloa kemudian disumbangkan ke Museum Perth.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti