Gempa Guncang Jepang, Operasional Shinkansen Dihentikan Sementara
Pada malam Senin (8/12), wilayah timur laut Jepang diguncang gempa dengan magnitudo 7,6.
Pada malam hari Senin (8/12), wilayah timur laut Jepang diguncang oleh gempa dengan kekuatan magnitudo 7,6. Kejadian ini memicu peringatan tsunami di daerah pesisir Hokkaido serta di prefektur Aomori dan Iwate.
Gempa tersebut terjadi di lepas pantai Aomori dengan kedalaman 50 kilometer. Awalnya, magnitudo gempa dilaporkan 7,2, namun kemudian direvisi menjadi 7,6, dan disertai dengan peringatan mengenai potensi tsunami yang dapat mencapai tinggi hingga tiga meter.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Antara dari Kyodo-OANA, Badan Meteorologi Jepang mencatat bahwa gelombang tsunami setinggi 40 cm telah tercatat di Aomori dan Hokkaido, serta 50 cm di prefektur Iwate.
Pengalaman ini terasa sampai ke Tokyo
Pihak berwenang juga memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya gelombang yang lebih tinggi yang dapat menerjang pesisir timur laut Jepang.
Akibat dari gempa yang terjadi, layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen yang menghubungkan stasiun Fukushima dan Shin-Aomori terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Langkah ini diambil demi keselamatan penumpang dan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jalur kereta.
Baru-baru ini, gempa bumi dengan kekuatan mencapai enam skala Jepang dari tujuh terjadi di beberapa daerah di Aomori. Getaran yang ditimbulkan oleh gempa tersebut juga dirasakan hingga ke bagian tengah Tokyo. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai gangguan yang terjadi di pembangkit nuklir yang berada di Hokkaido maupun di prefektur Aomori, Miyagi, dan Fukushima.