Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang, 33 Orang Dilaporkan Luka-luka
Proses penilaian kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi masih berlangsung hingga saat ini.
Pada Selasa, 9 Desember 2025, Jepang melakukan penilaian terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa magnitudo 7,5 yang terjadi pada Senin malam, 8 Desember. Gempa tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan memicu tsunami di pesisir Pasifik.
"Sedikitnya 33 orang terluka, satu di antaranya mengalami luka serius," ungkap Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.
Laporan dari NHK menyebutkan bahwa mayoritas korban mengalami cedera akibat tertimpa benda yang jatuh.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kepada wartawan bahwa sebuah tim darurat telah dibentuk untuk segera melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi.
"Kami mengutamakan keselamatan warga dan berkomitmen untuk melakukan segala yang diperlukan," kata Takaichi.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa tsunami dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter tercatat di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, serta gelombang setinggi 50 sentimeter di Kota Urakawa, Prefektur Hokkaido, dan 40 sentimeter di Pelabuhan Mutsuogawara, Prefektur Aomori. NHK mencatat bahwa gelombang tersebut merusak beberapa rakit budidaya tiram yang ada di daerah tersebut.
Pada Selasa sekitar pukul 6.20 waktu setempat, JMA mencabut semua peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan.
Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara melaporkan bahwa sekitar 800 rumah mengalami pemadaman listrik, dan pengoperasian kereta peluru Shinkansen serta beberapa jalur lokal dihentikan di sejumlah wilayah pada dini hari Selasa.
Namun, East Japan Railway menginformasikan bahwa mereka berupaya untuk memulihkan layanan kereta peluru pada hari yang sama. Menurut Perusahaan Listrik Tohoku, pasokan listrik sebagian besar telah pulih pada Selasa pagi.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menambahkan bahwa sekitar 480 warga telah berlindung di Pangkalan Udara Hachinohe, dan 18 helikopter pertahanan telah dikerahkan untuk melakukan penilaian kerusakan.
NHK juga melaporkan bahwa sekitar 200 penumpang terdampar semalaman di Bandara New Chitose, Hokkaido. Menurut operator bandara, beberapa area di terminal domestik tidak dapat digunakan pada Selasa karena bagian langit-langitnya mengalami retak dan runtuh ke lantai.
Peringatan Mega Gempa
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) menginformasikan bahwa sekitar 450 liter air telah tumpah dari area pendingin bahan bakar nuklir bekas di fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir Rokkasho yang terletak di Aomori.
Meskipun terjadi tumpahan, NRA menegaskan bahwa ketinggian air masih berada dalam batas normal sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan.
Selain itu, NRA juga menyatakan bahwa tidak ada kejanggalan yang ditemukan pada pembangkit listrik tenaga nuklir lainnya maupun pada fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas.
Di sisi lain, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memberikan peringatan bahwa gempa susulan mungkin masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
JMA juga menambahkan bahwa risiko terjadinya gempa besar dengan kekuatan hingga level 8, serta kemungkinan tsunami di sepanjang pantai timur laut Jepang, dari Chiba yang terletak di timur Tokyo hingga Hokkaido, mengalami sedikit peningkatan.
Oleh karena itu, JMA meminta warga di 182 kotamadya di wilayah tersebut untuk memeriksa kembali kesiapsiagaan darurat mereka selama minggu ini.
Namun, JMA menekankan bahwa peringatan ini bukanlah prediksi akan terjadinya gempa besar, melainkan hanya imbauan untuk tetap waspada.
Gempa yang terjadi pada hari Senin lalu tepat berada di sebelah utara wilayah pesisir yang pernah dilanda gempa dan tsunami berkekuatan 9,0 pada tahun 2011, yang mengakibatkan hampir 20.000 orang tewas dan menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi.
"Anda perlu bersiap dengan asumsi bahwa bencana seperti itu bisa terjadi lagi," ungkap pejabat JMA, Satoshi Harada.
Pada hari Selasa, gelombang gempa susulan yang lebih kecil masih terus berlangsung, di mana Survei Geologi Amerika Serikat melaporkan adanya gempa berkekuatan 6,6, diikuti dengan gempa berkekuatan 5,1 dalam beberapa jam setelah guncangan awal tersebut.