Gaun Berusia 144 Tahun Ini Simpan Kode Misterius, Ini Maknanya
Beberapa kali upaya untuk memecahkan kode tersebut gagal, sebelum akhirnya berhasil.
Beberapa kali upaya untuk memecahkan kode tersebut gagal, sebelum akhirnya berhasil.
Gaun Berusia 144 Tahun Ini Simpan Kode Misterius, Ini Maknanya
Gaun antik yang terbuat dari sutra ini memiliki kode misterius yang dianggap sangat sulit untuk diungkap maknanya. Namun baru-baru ini, makna kode misterius ini berhasil diurai.
Gaun tua ini berasal dari Maine, Amerika Serikat (AS). Awalnya gaun ini dipajang di sebuah mal yang menjual barang antik dan dibeli Sara Rivers Cofield.
Sumber: Ancient Pages
Sara Cofield adalah seorang arkeolog yang juga kolektor gaun dan tas tangan antik. Ketika membawa pulang gaun tersebut, dia menemukan saku tersembunyi di bawah rangka rok gaun tersebut, di dalam jahitan rok.
Dia juga menemukan potongan kertas di dalam saku tersebut.
Dia kemudian menyadari gaun dan kertas itu kemungkinan berasal dari tahun 1880-an. Namun dia tidak bisa menguraikan makna dari pesan yang tertulis pada potongan kertas tersebut. Di atas kertas tertulis baris teks, dimulai dengan nama tempat, disusul kata keja dan kata benda acak seperti berikut:
Bismark, omit, leafage, buck, bank
Calgary, Cuba, unguard, confute, duck, fagan
Spring, wilderness, lining, one, reading, novice.
Dia lalu mengunggah perihal gaun dan kode tersembunyi itu di blognya. Lalu kabar itu menyebar.
Beberapa ahli berusaha menguraikan makna kode pada gaun tersebut tapi gagal.
Seorang analis komputer penelitian Universitas Manitoba Kanada, Wayne Chan juga berusaha menguraikan kode tersebut dan berhasil. Dia mengatakan, pesan dalam gaun itu dimaksudkan untuk mengirimkan informasi cuaca lokal melalui telegraf atau telegram. Pada pertengahan tahun 1800-an orang mengandalkan telegraf untuk mengirim dan menerima berita dengan cepat.
"Sejak perusahaan telegraf menentukan jumlah kata dalam telegram, kode untuk mengompresi pesan untuk mengurangi jumlah kata menjadi populer,” tulis Chan dalam makalah sainsnya yang diterbitkan jurnal Cryptologia.
Foto: Sara Rivers Cofield
Untuk menguraikan pesan tersebut, Chan mempelajari sekitar 170 buku kode telegraf, namun tidak satupun dapat memberikan informasi yang dia cari. Kemudian, dia menemukan sebuah buku tua berjudul “Telegraphic Tales and Telegraphic History” yang berisi bagian tentang kode cuaca yang digunakan oleh Korps Sinyal Angkatan Darat AS. Contoh-contoh dalam buku tersebut sepertinya terlihat mirip dengan kata sandi dari gaun tersebut, membuatnya percaya bahwa kode tersebut terkait dengan cuaca.
Chan mengatakan, penemuan telegraf mengubah banyak hal, termasuk pemberitahuan cuaca. Pertama dalam sejarah, kabar tentang cuaca bisa menyebar lebih cepat.
Hal yang masih misterius terkait gaun tersebut adalah siapa pemilik aslinya dan mengapa ada pesan cuaca di dalamnya.