FOTO: Ngeri! Ledakan Gas Bawah Tanah di Afrika Selatan Hancurkan Jalan Raya hingga Menghempaskan Mobil-Mobil
Sebuah ledakan yang berasal dari gas bawah tanah telah menghancurkan jalan hingga membuat kendaraan bergelimpangan.
Sebuah ledakan yang berasal dari gas bawah tanah telah menghancurkan jalan hingga membuat kendaraan bergelimpangan.
FOTO: Ngeri! Ledakan Gas Bawah Tanah di Afrika Selatan Hancurkan Jalan Raya hingga Menghempaskan Mobil-Mobil
Sejumlah petugas polisi memeriksa keadaan mobil yang terbalik dan jalan yang rusak setelah ledakan gas bawah tanah terjadi di distrik pusat bisnis Johannesburg, Afrika Selatan (19/7/2023).
Ledakan itu telah menyebabkan jalan raya di Kota Johannesburg retak bahkan sampai menciptakan lubang yang cukup besar.
Ledakan yang dilaporkan cukup dahsyat itu juga menggulingkan banyak kendaraan yang parkir maupun yang sedang melintas di atasnya.
Sedikitnya 34 kendaraan rusak, dengan beberapa di antaranya terbalik di atas kendaraan lain.
Ledakan yang terjadi pada jam sibuk itu terjadi di jantung kota terbesar saat keadaan lalu lintas cukup ramai di Kota Johannesburg, Afrika Selatan.
Dilaporkan, akibat ledakan gas bawah tanah itu telah menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 41 orang, kata pihak berwenang dan layanan darurat yang mengatakan pada hari Kamis (20/7/2023).
Efek gelombang yang dihasilkan dari ledakan gas bawah tanah itu terlihat cukup kuat.
Mobil-mobil sempat terhempas terlebih dahulu sebelum akhirnya menimpa kendaraan lainnya hingga ringsek.
Ledakan itu sempat membuat kepanikan warga di sepanjang jalan tersebut.
Mereka dengan panik berlarian mencari tempat yang menurut mereka aman saat itu.
Sementara itu, perusahaan yang memasok gas ke bagian kota tersebut mengatakan bahwa mereka tidak yakin bahwa pipa bawah tanahnya bertanggung jawab, seperti yang diperkirakan oleh pihak berwenang.
Pemerintah kota setempat saat ini telah mendatangkan sejumlah tenaga ahli untuk menyelidiki dan memeriksa asal penyebab ledakan itu terjadi, apakah berasal dari kebocoran pipa gas atau terdapat masalah pada kabel bawah tanah lainnya di area tersebut.
Beberapa orang yang tinggal di sepanjang jalan itu juga sempat dievakuasi pada Rabu (19/7/2023) malam, karena khawatir akan terjadi ledakan kedua yang dapat membuat gedung-gedung bertingkat di pusat kota runtuh.