Gas Elpiji Meledak di Bandung, Empat Orang Luka dan Dua Rumah Rusak
Insiden ini menyebabkan dua rumah rusak dan sebanyak empat orang luka hingga diboyong ke rumah sakit.
Ledakan gas terjadi di Gang Rahayu 1, RT 7 RW 4, Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Senin (16/6) pagi. Insiden ini menyebabkan dua rumah rusak dan sebanyak empat orang luka hingga diboyong ke rumah sakit.
Istina, penduduk setempat menduga peristiwa berawal dari kebocoran tabung gas elpiji di rumah nomor 17 yang berada persis di sebelah rumahnya. Penghuni rumah mencoba menanggulangi situasi dengan merendam tabung gas bocor ke dalam ember berisi air lalu membawanya keluar rumah.
Setelah itu, penghuni rumah pergi ke warung untuk membeli tabung pengganti. Namun sekitar pukul 08.00 WIB, ledakan hebat mendadak terjadi, merusak bagian dapur hingga ruang tamu rumah tersebut.
"Saya lagi duduk, udah gitu Ibu Ustadz kan beli lagi gas yang baru pakai tabung yang lain. Udah pergi, enggak lama 5 menit atau 10 menit langsung meledak," kata Istina di lokasi kejadian.
Meskipun tabung elpiji sudah berada di luar rumah saat ledakan terjadi, Istina mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras dan diperkirakan berasal dari dalam dapur rumah. Suara dentuman bahkan terdengar hingga lebih dari 50 meter dari lokasi.
"Yang meledak di dalam, suara dentumannya besar banget, dentumannya di dalam," imbuh dia.
Ledakan tersebut menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan cukup parah. Rumah di sebelah kiri lokasi kejadian bahkan ambruk, memperlihatkan area dapur yang menjadi pusat ledakan.
Selain kerusakan material, empat orang dewasa juga dilaporkan mengalami luka berat. Dua di antaranya merupakan anggota keluarga Istina. Para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Adik ipar saya dan ibunya jadi korban. Juga kakaknya Ibu Ustadz yang tinggal di rumah itu. Adik saya sempat lewat mau berangkat kerja, tiba-tiba api keluar dari dalam rumah," ujar Istina.
Pemicu Ledakan Didalami
Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat dan Logistik Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, mengatakan ledakan diprediksi berawal dari kebocoran tabung gas. Adapun pemicunya masih didalami.
“Kemungkinan ada kebocoran gas yang berkumpul di satu ruangan. Mungkin karena ini rumah posisinya di bawah sementara kalo gas LPG itu dia tidak mengapung, tapi posisinya dia mengendap di bawah.Lebih berat dari udara,” jelas dia.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya akan dengan sejumlah instansi terkait penanganan tindak lanjut dari insiden ini.
“Kami akan berkordinasi dengan instansi terkait penanganannya seperti apa kebetulan disini juga sudah ada dinsos kewilayahan dari TNI dan polri juga,” ucap dia.