Hasil Puslabfor Bareskrim Polri: Ledakan Dahsyat di Pamulang Tangsel Akibat Elpiji 12 Kilogram Bocor

Insiden ledakan itu terjadi di Jalan Talas 2 RT 03/01, Kelurahan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (12/9) lalu.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Hasil Puslabfor Bareskrim Polri: Ledakan Dahsyat di Pamulang Tangsel Akibat Elpiji 12 Kilogram Bocor
Hasil Puslabfor Bareskrim Polri: Ledakan Dahsyat di Pamulang Tangsel Akibat Elpiji 12 Kilogram Bocor (Merdeka.com)

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terkait ledakan di Pamulang, Tangerang Selatan. Insiden ledakan itu terjadi di Jalan Talas 2 RT 03/01, Kelurahan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (12/9) lalu.

"Dapat kami sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan Puslabfor Bareskrim Polri diperoleh kesimpulan bahwa ledakan berasal dari kebocoran tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram di salah satu rumah warga di lokasi tempat kejadian perkara," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Jumat (19/9).

Victor menjelaskan, ledakan itu berasal dari akumulasi gas terkumpul di suatu ruangan tertutup di dapur.

"Ledakan tersebut berasal dari akumulasi gas yang terkumpul di ruangan tertutup di dapur dan ruangan lainnya akibat kebocoran tabung gas elpiji 12 kilogram, kemudian terpicu oleh pemantik kompor. Sehingga kemudian ini terjadi ledakan," ujar Victor.

Sebelumnya, pada Jumat (12/9), sebuah ledakan dahsyat mengguncang permukiman padat di Jalan Talas 2, RT 03 RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Hilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Suara dentuman keras terjadi sekitar pukul 05.15 WIB itu mengejutkan warga sedang bersiap untuk beraktivitas, seperti berangkat kerja, sekolah, atau menyiapkan sarapan.

"Tiba-tiba suara duarrr keras sekali, jarak 500 meter pun terasa getarannya," kata Masturoh, Ketua RT setempat.

Ledakan tersebut berasal dari rumah seorang warga bernama Agus, yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Akibatnya, rumah Agus hancur total, begitu juga dengan dua rumah di sebelahnya.

"Banyak rumah yang hancur. Yang parah ada 3 rumah, rumah Pak Agus, Pak Madinah, Ibu Taslimah, itu parah bener, enggak bisa ditempati lagi. Yang di sekitarnya, lebih dari 9 rumah juga terdampak," jelas Masturoh.

Kejadian ini membuat warga setempat terkejut dan masih bingung mengenai penyebab ledakan tersebut. Warga segera berinisiatif untuk menyelamatkan keluarga Agus yang mengalami luka berat akibat ledakan. Mereka segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Masturoh menambahkan bahwa setidaknya ada tujuh orang yang menjadi korban dan dibawa ke rumah sakit.

"Pak Agus yang paling parah luka bakarnya, dia kan pakai sarung, yang nyisa itu kain yang melilit di pinggangnya," tandasnya.

Rekomendasi