FOTO: Miris! Pengungsi Beirut Bertahan di Tepi Pantai Setelah Serangan Israel
Warga Beirut mencari perlindungan di tepi pantai setelah perintah evakuasi dan serangan udara memperburuk situasi keamanan di Lebanon.
Ratusan warga yang mengungsi dari pinggiran selatan Beirut terlihat duduk dan beristirahat di tepi pantai ibu kota Lebanon pada Jumat (6/3/2026) setelah meninggalkan rumah mereka akibat serangan udara Israel.
Wilayah Dahiyeh di Beirut selatan yang dihuni sekitar 400 ribu orang menjadi sasaran perintah evakuasi paksa dari Israel. Perintah tersebut membuat warga bergegas meninggalkan permukiman mereka dan mencari tempat yang dianggap lebih aman di berbagai titik kota, termasuk kawasan pantai Beirut.
Evakuasi massal itu terjadi sehari setelah Israel mengeluarkan arahan serupa untuk seluruh wilayah Lebanon selatan. Langkah tersebut memicu gelombang pengungsian besar dari daerah yang selama ini menjadi pusat aktivitas dan permukiman padat penduduk.
Ketegangan semakin meningkat setelah pejabat pemerintah Israel dari kubu sayap kanan mengeluarkan ancaman keras terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut. Pada saat yang sama militer Israel memerintahkan ratusan ribu warga segera meninggalkan rumah mereka karena potensi serangan lanjutan.
Militer Israel kemudian memperluas operasi udara dan darat di Lebanon dengan membombardir sejumlah wilayah di selatan negara itu serta beberapa titik di Beirut. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari kampanye terhadap kelompok bersenjata di Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis melaporkan sedikitnya 102 orang tewas dan 638 lainnya terluka akibat gelombang serangan Israel di berbagai wilayah negara tersebut. Data pemerintah juga menunjukkan puluhan ribu warga telah mengungsi, sementara banyak keluarga dari Lebanon selatan mencari perlindungan di tempat penampungan yang sudah penuh di Beirut.