Dubes Swiss Ingatkan Pentingnya Kebebasan Jurnalisme Bagi Demokrasi
Gempuran arus informasi dari media sosial membuat peranan pers menjadi semakin penting dan menantang daripada sebelumnya
Tantangan bagi media secara global sama yaitu bagaimana bertahan hidup di tengah perkembangan media sosial dan dunia digital yang cukup massif. Itulah inti dari film dokumenter The Fourth Estate yang mengisahkan bagaimana media-media di Swiss bertahan di tengah gempuran arus informasi melalui media sosial.
Film tersebut diputar di Kedutaan Besar Swis di Jakarta, Kamis (8/5) sore, yang dihadiri petinggi asosiasi media, LSM, dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder mengingatkan pentingnya eksistensi jurnalisme sebagai salah satu pilar demokrasi. Resiliensi pers yang bebas dan independen sangat penting bagi masyarakat demokratis.
"Jurnalisme bebas adalah bagian dari tanggung jawab, keadilan, keseimbangan, dan hak asasi manusia. Dalam dunia digital yang semakin meningkat, dan dunia yang terhubung, peranan pers menjadi semakin penting dan menantang daripada sebelumnya," jelasnya.
Serangan siber
Zehnder juga menyinggung beratnya kerja jurnalisme di mana banyak jurnalis yang menghadapi kekerasan atas kerja-kerja jurnalistiknya. Dia mengatakan 2024 adalah tahun paling berbahaya bagi jurnalis dalam tiga dekade terakhir.
"Ini menunjukkan bahwa media profesional sedang menghadapi bahaya secara global," ujarnya.
Dia menambahkan, serangan siber, pelecehan, dan serangan daring menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak jurnalis di dunia.
Pemerintah, menurut Zehnder, juga perlu turun tangan bagaimana menyelamatkan dan menjaga kekuatan media karena media melalui laporan jurnalistiknya memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan keamanan pemerintahan yang demokratis.