Arkeolog Temukan 20 Makam Kuno dari Abad Ketujuh di Dekat Gereja Tua, Ternyata Milik Keluarga Kerajaan dan Para Biarawan
Salah satu makam dilengkapi dengan gambar salib merah.
Arkeolog dari Universitas Katolik di Italia menemukan sejumlah makam kuno saat melakukan penggalian di kota Pavia antara September dan Oktober lalu. Makam-makam ini ternyata milik anggota kerajaan atau Dinasti Lombard yang berkuasa pada abad ketujuh Masehi dan juga ada makam biarawan atau rahib yang hidup pada zaman pertengahan akhir.
Dikutip dari Arkeonews, Kamis (26/12), Raja Lombard Aripert I membangun kompleks pemakaman atau mauseloum pertama dinasti tersebut di Pavia. Di tempat ini dimakamkan putra-putra dan pewaris raja Aripert I sampai awal abad kedelapan. Ini adalah nekropolis atau makam kuno yang pertama digali para arkeolog di situs kerajaan tersebut.
Di situs itu tidak hanya dibangun pemakaman milik keluarga Aripert I, namun pada abad ke-10, Adelaide, istri Kaisar Otto I dari Kekaisaran Romawi Suci juga membangun biara kekaisaran di lokasi yang sama, kemudian digantikan oleh gereja abad ke-15 yang masih berdiri hingga saat ini, Basilika Juru Selamat Suci.
Para arkeolog menemukan lebih dari 20 situs pemakaman Abad Pertengahan Awal dalam kondisi masih utuh di Biara Kecil, yang terletak di sebelah gereja modern. Sebagian besar makam dibangun dengan atap pelana dan kotak-kotak batu dan salah satu makam tertua dilengkapi dengan gambar salib merah.
Pemimpin penggalian, Profesor Caterina Giostra dari Universitas Katolik mengungkapkan, pemakaman ini dikhususkan untuk orang-orang berstatus sosial tinggi atau bangsawan.
Makam Biarawan
Di atas pemakaman keluarga kerajaan Lombard dari zaman pertengahan awal, arkeolog juga menemukan pemakaman kedua yang lebih sederhana. Di sini ditemukan kerangka biarawan yang hidup di tempat tersebut pada Zaman Pertengahan Akhir.
Tim penggalian menggunakan peralatan canggih seperti drone, fotogrametri tiga dimensi, dan analisis forensik untuk mendokumentasikan dan melestarikan temuan tersebut. Sampel yang dikumpulkan akan dianalisis bekerja sama dengan Laboratorium Antropologi dan Odontologi Forensik (LABANOF) di Universitas Milan yang dipimpin Profesor Cristina Cattaneo.
Investigasi ini akan ditambahkan ke pemeriksaan archaeo-genetic, yang menggunakan DNA nuklir purba untuk menentukan profil biologis individu guna membangun kemungkinan hubungan kekerabatan, jenis kelamin, posisi sosial, pola makan, dan gaya hidup. Selain itu, para peneliti akan mengeksplorasi DNA kuno dari kerangka-kerangka tersebut, yang berpotensi mengungkap apakah individu-individu tersebut merupakan penduduk lokal atau memiliki hubungan dengan populasi dari Eropa Utara, seperti yang ditemukan di pemakaman Lombard lainnya di Italia.