4 Profil Tentara AS Tewas di Kuwait Usai Serangan Drone Iran, Ada yang 3 Bulan Lagi Pulang ke Rumah
Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait usai rudal Israel ditembakkan ke Teheran, Iran. Akibatnya, pemimpin tertinggi Iran tewas.
Iran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengirim sepuluh drone ke Pangkalan Arifijan di Kuwait. Diketahui, pangkalan militer tersebut milik Amerika Serikat (AS).
Serangan itu imbas dari kiriman rudal Israel ke Teheran, Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (2/3) lalu. Serangan Iran di Kuwait setidaknya menewaskan 6 anggota militer AS.
Pada Selasa (3/3) malam, pejabat federal mengidentifikasi empat korban AS sebagai anggota Cadangan Angkatan Darat yang tewas pada Minggu (1/3) dalam serangan sistem pesawat nirawak di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait. Serangan tersebut masih dalam penyelidikan.
Keempat nama yang diumumkan semuanya bertugas di 103rd Sustainment Command di Des Moines. Mereka adalah Kapten Cody A. Khork serta Sersan Nicole M. Amor, Declan J. Coady, dan Noah L. Tietjens. Dua anggota militer lainnya yang tewas belum diidentifikasi.
Dikutip dari nytimes, keempat anggota militer AS itu berasal dari sejumlah negara bagian negeri Paman Sam. Yakni, Nebraskan, Florida, Iowa dan Minnesota. Berikut profil singkatnya:
Noah L. Tietjens (42)
Pria asal Nebraska ini dibesarkan dari keluarga militer. Sersan Kelas Satu Noah L. Tietjens bergabung dengan Angkatan Darat pada awal 2000-an dan telah menyelesaikan setidaknya empat penugasan di negara-negara termasuk Kuwait dan Irak, menurut saudara kembarnya, Nicholas.
Nicholas mengenang sosok Tietjens sebagai pemimpin yang hebat. Masa tugasnya di Kuwait akan berakhir 3 bulan lagi. "Dia hanya ingin menyelesaikannya dan pulang," ujar saudaranya.
Tietjens meninggalkan seorang istri, Shelly, dan seorang putra remaja, Dylan. Ketiganya menekuni seni bela diri bersama dan aktif di Martial Arts International di kampung halaman mereka di Bellevue, Nebraska. Tietjens telah tersertifikasi sebagai instruktur dan bermimpi suatu hari membuka studio sendiri.
Pemilik Martial Arts International, Julius Melegrito, mengatakan Tietjens adalah sosok yang tenang, percaya diri, dan lembut dalam berbicara-ciri seorang guru yang hebat. Tietjens juga dikenal sebagai sosok penyayang kepada keluarganya.
Cody A. Khork (35)
Kapten Cody A. Khork berasal dari Lakeland, Florida. Ia daftar di National Guard pada 2009 sebagai spesialis sistem roket peluncur ganda. "Ia sangat patriotik dan bangga melayani sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri," kata keluarga.
Khork merupakan pemimpin dalam program R.O.T.C. di Florida Southern College dan memiliki minat pada sejarah serta gelar ilmu politik.
Departemen Pertahanan menyebut ia dilantik sebagai perwira polisi militer di Army Reserve pada 2014. Ia pernah bertugas di Arab Saudi (2018), Teluk Guantánamo, Kuba (2021), dan Polandia (2024). Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk Meritorious Service Medal dan Army Commendation Medal.
Nicole M. Amor (39)
Selama hampir 20 tahun berkarir di militer, Sersan Kelas Satu Nicole M. Amor berada di dua pilihan berat sebelum berangkat ke Kuwait pada Agustus. Yakni, di saat yang sama akan ada momen Putranya yang berusia 18 tahun lulus SMA, dan ia tak ingin melewatkan masa kecil putrinya yang berusia 9 tahun.
Warga White Bear Lake tersebut tetap memilih tgas dan tanggung jawabnya. Demikian dikatakan saudaranya Derek Hoff. Setelah bergabung dengan National Guard pada 2005 sebagai spesialis logistik otomatis, ia pindah ke Army Reserve setahun kemudian. Ia pernah bertugas di Irak pada 2019 dan kemudian di Kuwait dengan tugas logistik.
Declan J. Coady (20)
Departemen Pertahanan menyatakan Sersan Declan J. Coady (yang secara anumerta dipromosikan dari spesialis) adalah warga Des Moines yang mendaftar di Army Reserve pada 2023 sebagai spesialis teknologi informasi.
Ia menerima Army Service Ribbon, National Defense Service Ribbon, dan Overseas Service Ribbon.
Coady merupakan mahasiswa tingkat dua di Drake University, Des Moines, mengambil jurusan sistem informasi, keamanan siber, dan ilmu komputer. Universitas menyebutnya sebagai mahasiswa yang "sangat dicintai dan berdedikasi tinggi" dengan "masa depan yang sangat cerah di hadapannya."