Legenda Liverpool Lontarkan Kritik Tajam kepada Mohamed Salah: Terlalu Mementingkan Diri Sendiri
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengkritik tajam Mohamed Salah setelah pemain itu mengunggah sebuah pesan di media sosial yang dinilai menyindir Arne Slot.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, memberikan kritik pedas kepada Mohamed Salah setelah pemain tersebut mengunggah pesan di media sosial yang dianggap menyindir strategi pelatih Arne Slot.
Dalam unggahannya, Salah tampaknya menginginkan kembalinya gaya bermain "heavy metal football", yang merupakan istilah yang sering diasosiasikan dengan era Jurgen Klopp di Anfield. Pernyataan ini memicu spekulasi bintang asal Mesir tersebut tidak puas dengan pendekatan taktik Slot yang diterapkan pada musim ini.
Carragher berpendapat tindakan Salah menunjukkan sikap egois dan dapat menimbulkan ketegangan di ruang ganti Liverpool. Ia bahkan membuat perbandingan antara situasi ini dengan kepergian kontroversial Cristiano Ronaldo dari Manchester United pada tahun 2022.
"Saya tidak terkejut. Saya sudah bilang sebelumnya akan ada hal lain sebelum musim berakhir. Dia akan menjatuhkan 'bom' lagi, mirip seperti Ronaldo saat meninggalkan Manchester United," ujar Carragher kepada Sky Sports.
Dengan pernyataan tersebut, Carragher menunjukkan bahwa ia melihat potensi masalah yang lebih besar dalam tim jika situasi ini tidak ditangani dengan baik.
Masih Ada Pertandingan Penting
Carragher mengingatkan bahwa Liverpool masih memiliki pertandingan penting yang harus dilalui dan belum sepenuhnya aman untuk memastikan tempat mereka di Liga Champions musim depan.
"Ini seharusnya tentang Liverpool FC, bukan Salah FC," tambahnya, menegaskan pentingnya kolektivitas tim dibandingkan dengan individu.
Situasi ini semakin memicu spekulasi mengenai masa depan Salah di Anfield, terutama setelah munculnya berbagai rumor yang mengaitkannya dengan kemungkinan hengkang di akhir musim.
Salah juga melontarkan sindiran tajam kepada manajer Liverpool, Arne Slot, yang membuat legenda Manchester United, Wayne Rooney, merasa geram dan menilai bahwa sang winger tidak layak mendapatkan perpisahan di Stadion Anfield.
Pemain Timnas Mesir tersebut mengeluarkan kritik pedas terhadap performa Liverpool setelah timnya mengalami kekalahan 2-4 dari Aston Villa di Villa Park, dalam pertandingan pekan ke-37 Premier League yang berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB. Keberanian Salah untuk berbicara tentang masalah tim menunjukkan ketidakpuasannya terhadap situasi saat ini, yang semakin memperumit hubungan antara pemain dan manajemen klub.
Kehilangan Jati Diri
Mohamed Salah mengungkapkan Liverpool telah kehilangan identitas permainan agresif yang dikenal dengan sebutan "heavy metal football".
Kekalahan dari Aston Villa membuat Liverpool terjebak di posisi kelima klasemen sementara Premier League dengan 59 poin, hanya unggul empat poin dari Bournemouth yang berada di peringkat keenam.
Kondisi ini mengakibatkan skuad Si Merah tidak dapat memastikan tiket Liga Champions lebih cepat. Salah, yang masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan tersebut, mengekspresikan kekecewaannya melalui unggahan di platform X.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang bergaya heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya pahami dan identitas yang harus dikembalikan serta dipertahankan," ucap Salah.