BRI Super League: Pelatih Persija Keluhkan Kondisi Rumput JIS
Persija Jakarta kembali berlaga di JIS pada hari Jumat, 20 Februari 2026, setelah lama tidak bermain di stadion tersebut.
Persija Jakarta kembali bermain di Jakarta International Stadium (JIS) setelah sekian lama. Pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, mereka menghadapi PSM Makassar di stadion yang mampu menampung 82 ribu penonton pada malam Jumat, 20 Februari 2026.
Pertandingan ini berakhir dengan hasil yang menggembirakan bagi tim tuan rumah, di mana Dony Tri Pamungkas dan rekan-rekannya berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas PSM Makassar.
Namun, di balik kemenangan tersebut, ada masalah yang kembali muncul terkait kondisi rumput di stadion. Kualitas rumput JIS yang terletak di Jakarta Utara itu kembali menjadi sorotan dan dikeluhkan oleh para pemain.
Ini cukup mengherankan mengingat JIS sudah tidak digunakan untuk pertandingan sepak bola dalam waktu yang cukup lama. Pertandingan kandang terakhir Persija Jakarta di JIS bahkan berlangsung pada bulan September yang lalu, sehingga diharapkan kondisi rumput dapat lebih diperhatikan untuk kenyamanan pemain dan penonton.
Tak Dukung Gaya Bermain Persija
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan bahwa timnya berupaya untuk menguasai bola dan menjaga koneksi antar pemain selama pertandingan melawan PSM Makassar.
Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi lapangan tidak mendukung gaya bermain cepat yang diterapkan oleh timnya.
"Kami berusaha menguasai bola. Kami berusaha terhubung dengan cepat satu sama lain," ucapnya.
"Apa yang sebelumnya menjadi kerugian bagi kami, akhirnya justru membantu kami. Lapangan tadi benar-benar tidak menawarkan kondisi yang bagus," tambah mantan pelatih Madura United tersebut.
Merugikan Kedua Tim
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa situasi yang terjadi memengaruhi kedua tim, terutama dalam hal distribusi bola dari lini belakang.
Ia menyoroti kesalahan yang dilakukan oleh kiper PSM, Reza Arya, yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Maxwell.
"Bagi tim kami yang bermain dengan gaya yang cepat dan akseleratif, kondisi lapangan itu akhirnya merugikan kami. Saya pikir itu juga merugikan lawan," jelas Souza.
"Karena pada saat kiper mencoba menendang bola ke depan, dia akhirnya membuat kesalahan, dan Maxwell sangat cerdas dengan memanfaatkan itu untuk mencetak gol. Namun, sekali lagi saya pulang dengan perasaan senang atas performa tim saya," tandas sang pelatih asal Brasil.