Persis dan PSS Terjebak di Zona Degradasi BRI Liga 1, PSIS Berpotensi Menyusul
Berikut adalah ringkasan mengenai tim-tim yang saat ini terperosok di zona merah BRI Liga 1 musim ini.
Persaingan di zona degradasi BRI Liga 1 2024/2025 semakin menarik untuk disaksikan. Tim-tim seperti Persis Solo dan PSS Sleman masih mengalami kesulitan dalam meraih hasil yang positif. Di sisi lain, PSIS Semarang juga mulai terancam posisinya akibat peningkatan performa mengejutkan dari Madura United. Saat ini, Persis Solo masih terjebak di posisi juru kunci klasemen. Meskipun mereka berhasil meraih hasil imbang 1-1 melawan Semen Padang pada pekan ke-24, hal tersebut belum cukup untuk mengangkat mereka dari dasar klasemen.
Sementara itu, Madura United terus mengumpulkan poin demi poin. Performa yang ditunjukkan oleh Laskar Sappe Kerrab belakangan ini terbilang mengejutkan, terutama bagi tim-tim yang berada di papan atas, yang mulai tergelincir akibat penampilan solid Madura United. PSIS Semarang perlu waspada dengan kondisi ini, karena jika mereka tidak segera menghentikan tren negatif yang dialami, Mahesa Jenar bisa saja terperosok ke zona degradasi. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Terpengaruh oleh tren buruk
Persis Solo saat ini masih kesulitan untuk mengakhiri rentetan tanpa kemenangan di BRI Liga 1 2024/2025. Mereka hanya mampu meraih dua hasil imbang, yaitu saat bertanding melawan Persik Kediri dengan skor 0-0 dan melawan Semen Padang yang berakhir 1-1. Hasil-hasil tersebut membuat Laskar Sambernyawa terjebak di posisi bawah klasemen. Saat ini, Persis Solo menduduki peringkat ke-18, alias juru kunci, dengan total 19 poin dari 24 pertandingan yang telah mereka jalani.
Di sisi lain, PSS juga perlu segera meraih hasil positif jika ingin memperbaiki nasib mereka di liga. Tim ini baru mengumpulkan 19 poin dari 23 pertandingan yang telah dilalui. Elang Jawa mengalami kesulitan, karena mereka belum merasakan kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Bahkan, PSS harus menghadapi kenyataan pahit dengan melewati lima laga secara beruntun tanpa meraih kemenangan. Pertandingan melawan Malut United pada pekan ke-24 seharusnya menjadi kesempatan bagi Laskar Sembada untuk berjuang keluar dari ancaman degradasi, namun sayangnya, mereka kembali harus menelan kekalahan.
Kedua tim masih dalam posisi yang tidak aman
Di sisi lain, dua tim yang masih berisiko terdegradasi adalah Barito Putera dan PSIS Semarang. Keduanya menempati posisi ke-13 dan ke-14 dalam klasemen, dengan masing-masing mengumpulkan 22 poin. Namun, Barito Putera memiliki prestasi yang lebih baik dengan tiga kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Sebaliknya, Mahesa Jenar harus menghadapi kenyataan pahit karena tidak berhasil meraih poin penuh dalam tiga laga terakhir mereka. Oleh karena itu, Mahesa Jenar perlu segera mengakhiri tren negatif ini.
Namun, tantangan yang mereka hadapi tidaklah mudah, mengingat mereka harus berhadapan dengan Arema FC pada pertandingan pekan ke-24 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (24-2-2025). Dengan koleksi 22 poin, posisi mereka terbilang sangat rentan, terutama karena hanya terpaut satu poin dari Madura United yang berada di peringkat ke-16. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di zona degradasi, yang tidak kalah sengit dibandingkan dengan persaingan di papan atas klasemen.
Kebangkitan tim Madura United
Hal yang perlu dicatat oleh tim-tim yang berada di papan bawah klasemen adalah kebangkitan yang luar biasa dari Madura United pada putaran kedua. Setelah cukup lama terjebak di zona degradasi, Madura United perlahan-lahan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Selama periode ini, Laskar Sappe Kerrap menjadi tim dengan penampilan terbaik di antara tim papan bawah lainnya. Dari tujuh pertandingan yang dilakoni, mereka berhasil meraih tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.
Menariknya, tim yang berasal dari Pulau Garam ini menunjukkan performa yang sangat mengesankan saat melawan dua tim yang berada di papan atas. Mereka berhasil mengalahkan Dewa United dengan skor 3-1, sedangkan melawan Persib Bandung, mereka mampu menahan imbang tanpa gol. "Catatan inilah yang mesti diperhatikan para penghuni zona merah," karena peningkatan prestasi Madura United dapat memicu persaingan yang lebih ketat dalam perburuan untuk menghindari degradasi. Hal ini juga berpotensi membuat PSIS Semarang terjerat ke dalam zona merah.