5 Rekor Buruk PSIS mengalami 5 sampai Bikin Degradasi dari BRI Liga 1
Keterpurukan PSIS Semarang yang terdegradasi ke Liga 2 musim depan menyisakan berbagai catatan buruk yang perlu diperhatikan.
PSIS Semarang mencatatkan serangkaian hasil buruk yang mengakibatkan mereka terdegradasi dari BRI Liga 1 2024/2025. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan Tim Mahesa Jenar dalam bersaing di musim ini. Setelah mengalami kekalahan 1-2 dari PSS Sleman pada pekan ke-32 BRI Liga 1, nasib PSIS Semarang akhirnya ditentukan setelah Semen Padang dan Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1.
Hasil tersebut membuat skuad Kabau Sirah mengumpulkan 32 poin dan menempati posisi ke-15 dalam klasemen sementara. Jumlah poin ini sudah tidak mungkin terkejar oleh Tim Mahesa Jenar, meskipun mereka berhasil memenangkan dua pertandingan terakhir.
Dengan demikian, PSIS Semarang menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi. Kejadian ini memberikan kesedihan bagi Septian David Maulana dan rekan-rekannya, serta meninggalkan sejumlah catatan negatif. Berikut ini adalah ulasan yang disajikan oleh Bola.com.
Klub jumlah kemenangan paling sedikit
Perjalanan PSIS Semarang dalam BRI Liga 1 2024/2025 sangatlah menantang. Ketika mereka dipastikan terdegradasi pada pekan ke-32, Tim Mahesa Jenar tercatat sebagai klub dengan jumlah kemenangan paling sedikit. Dari 32 pertandingan yang telah dijalani, PSIS Semarang hanya mampu meraih enam kemenangan.
Angka ini merupakan yang terendah di antara semua tim yang berkompetisi. Selain itu, mereka juga mencatatkan jumlah kekalahan yang cukup tinggi, dengan 19 kali kalah. Meskipun PSS Sleman juga mengalami kekalahan sebanyak itu, mereka berhasil memperoleh lebih banyak kemenangan, yaitu sembilan kali.
Paling sedikit mencetak gol
PSIS Semarang menghadapi tantangan besar dalam bersaing di musim ini, terutama terkait dengan rendahnya produktivitas gol mereka. Tim Mahesa Jenar tercatat sebagai salah satu kontestan dengan kemampuan mencetak gol yang paling minim. Hingga pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2024, mereka hanya berhasil mencetak 27 gol.
Angka ini merupakan yang terendah di antara semua tim yang berkompetisi di liga tertinggi musim ini. Kurangnya striker yang memiliki naluri mencetak gol menjadi salah satu faktor penghambat. Saat ini, dua pemain yang mencetak gol terbanyak untuk tim adalah Septian David Maulana dan Sudi Abdallah, yang masing-masing hanya mampu mengoleksi lima gol sepanjang musim ini.
Tren yang menurun di kandang
Melihat performa PSIS Semarang pada musim lalu, khususnya saat hampir mencapai peringkat empat besar untuk masuk ke fase championship series, tim ini dikenal sebagai salah satu tim yang sulit dikalahkan saat bermain di kandang. Namun, kondisi tersebut tidak berlanjut pada musim 2024/2025. Ketika mereka harus berstatus sebagai tim tamu hingga akhirnya kembali ke Stadion Jatidiri, PSIS masih belum dapat menunjukkan permainan terbaiknya di kandang sendiri.
Dalam catatan yang ada, PSIS hanya berhasil meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dari total 16 pertandingan yang dimainkan di kandang. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan dengan performa tandang mereka yang mencatatkan tiga kali kemenangan dan lima kali imbang dalam 16 laga. Hal ini menunjukkan bahwa tim yang sebelumnya cukup kompetitif di kandang kini menghadapi kesulitan untuk meraih hasil positif di depan pendukungnya sendiri.
Susah menang
Faktor lain yang menyebabkan PSIS Semarang terjebak di zona bawah klasemen BRI Liga 1 2024/2025 dapat dilihat dari catatan panjang tanpa kemenangan yang mereka alami selama putaran kedua. Tim Mahesa Jenar telah mengalami serangkaian laga tanpa meraih kemenangan yang cukup signifikan.
Khususnya pada putaran kedua ini, PSIS tercatat telah melewati 12 pertandingan terakhir tanpa mendapatkan tiga poin. "Situasi itu dimulai sejak terakhir kali mereka menang pada pekan ke-20 di kandang PSBS Biak (3-1)." Sejak kemenangan tersebut, PSIS tidak pernah meraih kemenangan lagi, dengan catatan delapan kekalahan dan empat hasil imbang.
Posisi terendah dalam Era Liga 1
Apabila PSIS Semarang tetap berada di posisi terakhir hingga akhir musim, maka hal ini akan menjadi pencapaian terburuk yang pernah diraih oleh Mahesa Jenar sejak mereka promosi ke Liga 1 pada musim 2018. Ini merupakan posisi terendah yang mereka alami dalam sejarah Liga 1.
Pada awal kiprah mereka di Liga 1 2018, tim ini berhasil menempati peringkat ke-10. Di musim berikutnya, Liga 1 2019, PSIS menutup kompetisi di urutan ke-14. Selanjutnya, secara berurutan, mereka berhasil menyelesaikan musim di posisi ke-7 pada 2021/2022, peringkat ke-13 pada 2022/2023, dan peringkat ke-6 pada 2023/2024. Pada musim terakhir, mereka hanya tertinggal dua poin dari zona championship series.