Napoli Juara Liga Italia! Catatan Spesial Antonio Conte dan Deretan Fakta Mengejutkan
Napoli sukses meraih gelar juara Serie A musim ini setelah mengalahkan Cagliari di pertandingan terakhir.
Napoli berhasil meraih gelar juara Serie A untuk musim ini setelah mengalahkan Cagliari di pertandingan terakhir. I Partenopei mencatatkan sejumlah prestasi menarik setelah dinyatakan sebagai juara Liga Italia 2024/2025. Dalam laga yang berlangsung di Stadio Diego Armando Maradona pada Sabtu (24/5/2025) dini hari WIB, tim yang dilatih oleh Antonio Conte tersebut menunjukkan performa yang sangat baik. Sejak awal pertandingan, Napoli menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.
Mereka menguasai 66 persen bola, sementara Cagliari hanya menguasai 34 persen. Selain itu, Napoli menciptakan 18 peluang tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Cagliari hanya mampu melakukan empat tembakan tanpa satu pun yang mengenai sasaran. Dengan dominasi yang jelas, Napoli berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Dua gol I Partenopei dicetak oleh Scott McTominay pada menit ke-42 dan Romelu Lukaku pada menit ke-51.
Kalahkan Inter Milan
Dengan kemenangan ini, Napoli berhasil menyelesaikan musim di posisi teratas klasemen akhir Serie A, sekaligus mengalahkan Inter Milan dalam perburuan Scudetto. I Partenopei mengumpulkan 82 poin, unggul satu poin dari Inter Milan yang berada di peringkat kedua.
"Para pemain ini fantastis, itu tidak mudah, karena tekanan yang kami hadapi sangat besar, tetapi kami menghadapi pertandingan dengan cara terbaik," ungkap pelatih Napoli, Antonio Conte.
Dia juga menambahkan, "Ini adalah musim yang luar biasa dan para pemain pantas mendapatkan pujian karena ingin menantang diri mereka sendiri lagi, terutama mereka yang menang dua tahun lalu dan kemudian finis di posisi ke-10 musim lalu."
Setelah meraih gelar juara Serie A musim ini, Napoli mencatat sejumlah data dan fakta menarik. Berikut adalah ulasan mengenai pencapaian mereka sepanjang musim ini.
Catatan Menarik
1.Dengan keberhasilan menjuarai Serie A pada musim ini, Napoli kini telah mengumpulkan total empat gelar Scudetto. Sebelumnya, mereka meraih gelar juara pada musim 1986/1987, 1989/1990, serta 2022/2023.
2.Antonio Conte kini tercatat telah mengoleksi sepuluh gelar juara Serie A, yang terdiri dari lima gelar saat masih aktif sebagai pemain dan lima gelar lainnya ketika ia menjabat sebagai pelatih. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan kemampuannya dalam dunia sepak bola.
3.Scott McTominay berhasil membawa Inter Milan meraih gelar juara Serie A, yang merupakan gelar liga pertama dalam kariernya. Keberhasilan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi McTominay di dunia sepak bola profesional.
4.Sebuah gol yang dicetak ke gawang Cagliari membuat McTominay mengumpulkan total dua belas gol di Serie A musim ini. Dengan jumlah tersebut, ia kini menjadi gelandang tersubur di Liga Italia untuk musim 2024/2025. Hal ini menunjukkan performa luar biasa yang ditunjukkannya sepanjang musim.
Catatan Menarik
5.Pada musim 2020/2021, Romelu Lukaku meraih gelar liga pertamanya dalam kariernya di bawah bimbingan Antonio Conte. Musim ini, Lukaku kembali menambahkan trofi liga kedua ke dalam koleksinya, sekali lagi di bawah asuhan Conte.
6.Antonio Conte mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama di Serie A yang berhasil mendapatkan Scudetto dengan tiga klub berbeda. Ia meraih gelar juara bersama Juventus pada musim 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014, kemudian bersama Inter Milan pada musim 2020/2021, dan terakhir dengan Napoli pada musim 2024/2025.
7.Di antara pelatih-pelatih yang ada, hanya Giovanni Trapattoni dengan tujuh trofi dan Massimiliano Allegri dengan enam trofi yang berhasil mengumpulkan lebih banyak gelar dibandingkan Antonio Conte yang memiliki lima trofi sebagai pelatih. Hal ini menunjukkan prestasi luar biasa Conte dalam dunia kepelatihan.
8.Napoli membuat sejarah baru di Serie A, yang diikuti oleh 20 tim, dengan menjadi klub pertama yang meraih gelar juara liga setelah sebelumnya hanya finis di posisi ke-10 pada musim lalu. Keberhasilan ini menunjukkan betapa kompetitifnya liga dan kemampuan Napoli untuk bangkit.
Sumber: Squawka, Opta