Mengenal Sosok Glenn Sugita, Tokoh Kunci yang Mengubah Persib
Kemajuan yang signifikan dari Persib Bandung dalam sepak bola Indonesia tidak terlepas dari kontribusi besar Glenn Sugita yang bekerja di belakang layar.
Persib Bandung saat ini berada dalam suasana penuh kegembiraan. Setelah berhasil meraih trofi juara BRI Liga 1 untuk kedua kalinya secara berturut-turut, manajemen Maung Bandung membawa kabar baik dengan rencana untuk go public. CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, menegaskan bahwa Maung Bandung akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal tahun 2026.
Pernyataan yang mengejutkan ini diungkapkan Glenn Sugita saat merayakan keberhasilan Persib menjadi juara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Sabtu, 24 Mei 2025.
“InsyaAllah, awal 2026 Persib akan menjadi perusahaan publik. Kami ingin bobotoh juga punya kesempatan untuk bisa memiliki saham Persib. Doakan agar sukses,” kata Glenn Sugita di hadapan ribuan bobotoh.
Persib Bandung memang dikenal sebagai klub di Indonesia yang memiliki kesehatan finansial yang baik serta prospek cerah di pasar saham. Kehadiran Glenn Sugita sebagai CEO PT Persib Bandung Bermartabat berperan signifikan dalam perkembangan klub yang dicintai oleh masyarakat Jawa Barat ini. Lalu, siapa sebenarnya Glenn Sugita?
Kedatangan Glenn di Persib
Nama Glenn Sugita selalu terkait erat dengan Persib Bandung. Melalui dedikasinya, tim yang menjadi kebanggaan Bobotoh ini berhasil diubah menjadi salah satu klub yang paling stabil dan mandiri dalam dunia sepak bola Indonesia. Setelah adanya larangan pendanaan dari APBD, Wali Kota Bandung, Dada Rosada, berupaya mengumpulkan sejumlah pengusaha lokal serta manajemen Persib. Ini penting karena Persib perlu segera membentuk badan hukum agar dapat beroperasi dengan baik.
Beruntung, pada saat itu, Umuh Muchtar muncul sebagai sosok yang bersedia menyuntikkan dana miliaran rupiah demi kelangsungan hidup Persib. Hal ini memungkinkan klub tersebut bertransformasi menjadi klub profesional setelah terbentuknya badan hukum bernama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) pada akhir Desember 2008.
Seiring berjalannya waktu, PT PBB berhasil menjadi salah satu pengelola klub profesional yang terpercaya. Kehadiran Glenn Sugita, yang diperkenalkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, kepada Umuh Muchtar dan Zaenuri Hasyim, menjadi momen penting bagi klub tersebut.
Dede Yusuf mengungkapkan, "Saya melihat Persib harus diselamatkan, karena klub satu ini bukan hanya aset Kota Bandung tapi juga Jawa Barat. Harus ada orang yang punya kedekatan historis serta kuat secara permodalan untuk mengurusnya."
Glenn, yang memiliki latar belakang dalam dunia bisnis, sebelumnya juga pernah menjadi atlet tenis dan mewakili Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional. Masa remajanya di Bandung menjadi fondasi bagi kedekatan emosionalnya dengan Persib.
Glenn mengungkapkan, "Dulu di Bandung, saya biasa berlatih di samping Stadion Siliwangi. Sebelahnya kan lapangan bola. Jadi sebelum atau sesudah latihan, kalau ada pertandingan, suka nonton," saat diwawancarai oleh Pikiran Rakyat pada tahun 2010.
Ia juga menambahkan bahwa ia tidak memerlukan waktu lama untuk memutuskan saat ditawari posisi untuk mengelola Maung Bandung. "Saatnya saya berkontribusi buat warga Jawa Barat lewat sebuah klub sepak bola," ujarnya dengan penuh semangat.
Menyuguhkan suasana baru
Bergabungnya Glenn Sugita memberikan dampak positif bagi Persib Bandung. Kehadiran Glenn menjadi salah satu faktor utama di balik keberhasilan Persib yang terus eksis hingga saat ini. Setelah masuknya Glenn, jajaran komisaris mengalami perubahan signifikan. Terlebih lagi, Glenn berhasil membawa Erick Thohir untuk turut serta dalam mengembangkan nama Persib Bandung. Glenn kini menjabat sebagai Direktur Utama PT PBB, sementara Erick Thohir menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama. Selain itu, terdapat juga Umuh Muchtar sebagai Komisaris sekaligus Manajer Persib, Zaenuri Hasyim sebagai Komisaris Utama, Yoyo S. Adiredja dan Kuswara S. Taryono masing-masing sebagai Komisaris.
Seiring berjalannya waktu, Glenn membawa Teddy Tjahjono untuk menggantikan Risha Adi Widjaja di posisi Direktur PT PBB. Namun, belakangan ini Erick Thohir mundur dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama PT PBB setelah ditunjuk sebagai Menteri BUMN RI dalam pemerintahan Joko Widodo. Bagi Glenn, Persib bukanlah hal yang asing. Sebagai seorang pengusaha sukses, ia telah tinggal di Bandung sejak kecil hingga dewasa. Ia pun tidak segan-segan untuk menginvestasikan dana demi kemajuan tim yang dijuluki Maung Bandung ini.
Glenn dikenal sebagai pebisnis yang cerdik. Setelah terbentuknya konsorsium, sponsor mulai berdatangan dengan sendirinya. Hal ini membuat bobotoh bersorak gembira karena Persib berhasil menarik banyak sponsor dan tetap stabil dari musim ke musim. Meskipun lebih memilih untuk berada di balik layar, perhatian Glenn terhadap tim tidak perlu diragukan. Ia sangat jarang berbicara di depan media, namun kontribusinya terasa jelas.
Umuh Muchtar, selaku pendiri PT PBB, sangat mengapresiasi loyalitas Glenn Sugita terhadap Persib Bandung. "Pak Glenn memang luar biasa. Dia tidak hitung-hitungan buat Persib. Sebagai contoh saat mendatangkan marquee player Michael Essien, eks pemain Chelsea. Ia dikontrak Persib dengan nilai cukup fantastis. Itu semua bisa terwujud karena Pak Glenn, sekalipun dalam kondisi normal pengeluaran sebesar itu jarang dilakukan klub-klub Indonesia," ungkap Umuh.
Bukanlah orang yang tidak dikenal dalam dunia sepak bola
Setelah berhasil mengelola keuangan di Persib, Glenn Sugita mulai terlibat dalam sepak bola nasional sejak tahun 2016. Ia diangkat sebagai Komisaris Utama di PT Gelora Trisula Semesta (GTS), sebuah perusahaan yang didirikan oleh PT Liga Indonesia untuk menyelenggarakan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. ISC merupakan inisiatif yang diusulkan oleh klub-klub anggota PSSI secara mandiri, sebagai solusi untuk mengatasi kekosongan agenda federasi akibat sanksi pembekuan FIFA yang terjadi karena konflik antara PSSI dan Kemenpora. Dalam pelaksanaan ISC, PSSI kemudian membentuk administrator baru, yaitu PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), di mana Glenn Sugita juga terlibat sebagai komisaris utama.
Peran Glenn Sugita sangat berpengaruh, terutama ketika Gojek menjadi sponsor utama Liga 1 2017, di mana ia juga merupakan salah satu pemilik Gojek. Hal ini juga mencakup pengaturan hak siar televisi, di mana Glenn berhasil membangun hubungan baik dengan Grup Emtek, yang hingga kini memegang hak siar kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. PT Liga Indonesia Baru pun menjadi sumber pendapatan utama bagi PSSI, dengan sekitar 40 persen pemasukan PSSI berasal dari operator liga. Dalam laporan keuangan PSSI tahun 2017, tercatat bahwa PSSI menerima dana segar sebesar Rp40 miliar dari PT LIB. Kehadiran Glenn telah membuat operator liga menjadi lebih stabil secara finansial.
Glenn Sugita dapat dianggap sebagai pendukung setia kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi pada periode 2016-2018. Namun, ia memilih mundur dari federasi setelah terungkapnya kasus match fixing yang melibatkan salah satu pejabat tinggi PSSI, Joko Driyono. Saat ini, Glenn Sugita fokus sebagai pemimpin di Persib. Ia telah berhasil mengubah cara pengelolaan bisnis klub sepak bola profesional, menjadikan Persib sebagai contoh klub profesional yang utuh. Kini, banyak klub lain yang dulunya bergantung pada APBD berusaha untuk meniru kesuksesan Persib.