Sidang P Diddy Makin Panas, Mantan Pacar Bongkar Kebusukan Sang Rapper hingga Alami Tekanan Psikologis Akibat Praktik 'Freak Offs'
Mantan kekasih P Diddy mulai berbicara mengenai pengalamannya selama berhubungan, seiring dengan terungkapnya fakta-fakta baru.
Persidangan Sean 'Diddy' Combs di pengadilan federal Manhattan terus menarik perhatian publik berkat kesaksian mengejutkan dari mantan kekasihnya yang menggunakan nama samaran 'Jane'.
Dalam sidang terbaru, Jane menceritakan rasanya terpaksa untuk melakukan berbagai tindakan seksual demi memenuhi keinginan sang rapper. Aktivitas tersebut disebut sebagai 'hotel nights' atau 'freak offs' — pesta seks yang berlangsung berjam-jam dan melibatkan pekerja seks, penggunaan narkoba, serta tekanan psikologis yang berat.
Jane mengungkapkan dia terjebak dalam hubungan yang rumit, ketika cinta dan kekerasan saling berkaitan. Ia mengaku sering merasa tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti keinginan P Diddy, terutama karena ketergantungannya secara finansial, termasuk tunjangan apartemen sebesar USD10.000 atau Rp162 juta per bulan.
Meskipun pengacara P Diddy berusaha menggambarkan hubungan mereka sebagai konsensual, Jane menegaskan ia hanya menurut karena rasa takut dan tekanan yang dialaminya. Saat ini, P Diddy menghadapi lima dakwaan pidana berat, termasuk konspirasi pemerasan dan perdagangan seks.
Jika terbukti bersalah, pria berusia 55 tahun ini berisiko menerima hukuman penjara seumur hidup. Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan lebih banyak saksi yang dijadwalkan untuk memberikan kesaksian.
Penggunaan Baby Oil saat Pesta Seks
Dalam kesaksiannya, Jane memberikan penjelasan mendetail mengenai acara 'freak offs' yang diadakan oleh P Diddy. Acara ini dikenal sebagai maraton seks yang dapat berlangsung lebih dari 24 jam.
Kamar-kamar di hotel atau rumah mewah milik P Diddy didekorasi secara khusus dengan pencahayaan redup, musik yang menggoda, serta dilengkapi dengan seprai dan handuk yang mewah.
Jane mengungkapkan dalam satu malam, mereka dapat menghabiskan lebih dari dua lusin botol baby oil. Selain itu, Jane menyatakan sering kali dipaksa untuk berhubungan intim dengan sejumlah pria yang dibayar oleh P Diddy.
Dia menceritakan selama acara tersebut, P Diddy hanya duduk menonton sambil memuaskan dirinya sendiri. Jika Jane menolak atau menunjukkan ketidaknyamanan, P Diddy mengancam akan menghentikan tunjangan apartemen yang ia berikan. Kesaksian ini semakin menguatkan tuduhan adanya tekanan dan eksploitasi dalam hubungan mereka.
Peringatan Keras Hakim
Hakim Arun Subramanian memberikan peringatan kepada P Diddy mengenai perilakunya selama persidangan yang dianggap mengganggu jalannya proses. Ia menekankan jika sikap tersebut terulang, akan ada konsekuensi serius, termasuk kemungkinan pengusiran dari ruang sidang atau tindakan hukum tambahan. Perilaku P Diddy yang dinilai tidak menghormati proses hukum menjadi sorotan utama.
Juri juga disajikan dengan sekitar 15 foto dari pesta seks yang dikenal sebagai 'maraton seks', yang menunjukkan lokasi pesta di rumah mewah P Diddy serta sejumlah perempuan dan pekerja seks yang terlibat.
Bukti visual ini memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi selama acara tersebut dan memperkuat kesaksian Jane serta saksi lainnya yang akan hadir dalam persidangan berikutnya.