Shireen Sungkar Nostalgia Haji 2022 dan Berpesan untuk yang Gagal Berhaji Tahun Ini: Allah Catat Niatnya
Shireen Sungkar mengingat kembali pengalaman spiritualnya saat menunaikan ibadah haji tiga tahun yang lalu.
Shireen Sungkar berbagi cerita yang mengharukan mengenai perjalanannya menunaikan ibadah haji pada tahun 2022 melalui postingan di Instagram yang penuh dengan refleksi, rasa syukur, dan harapan. Dalam postingan tersebut, Shireen mendoakan mereka yang sedang menjalankan ibadah haji, yang telah menabung untuk keberangkatan, serta yang masih menunggu giliran.
"Buat yang sedang haji, smoga Allah berikan haji mabrur," tulisnya dalam kutipan yang diambil pada Kamis (5/6/2025).
Selain itu, ia juga menunjukkan empati kepada mereka yang belum berkesempatan pergi. Shireen percaya bahwa niat dan kesabaran mereka tidak akan terlewat dari catatan kebaikan Allah.
"Dan yang tidak jadi berangkat, bismillah Allah maha baik. Allah catat niatnya dan Allah mudahkan di haji yang akan datang," tambahnya. Ia mengakui bahwa menerima takdir Allah juga merupakan pahala yang besar.
Membahas pengalaman pribadinya, Shireen menceritakan berbagai tantangan dan ujian yang ia hadapi sebelum akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci. Ia mengingat kembali momen-momen ketika menunggu visa yang sempat terhambat karena kehamilan dan pandemi COVID-19. "Inget... dulu berhari-hari nunggu visa sampe lewat tanggal flight. Padahal udah pengen haji dari lama, tapi ketunda terus," jelasnya. Pengalaman tersebut menggambarkan betapa besar harapan dan kesabaran yang dimiliki Shireen dalam menjalani proses menuju ibadah haji yang sangat diimpikannya.
Rasa Rindu
Dalam waktu yang sangat singkat, visa akhirnya diterbitkan, sehingga ia dapat berangkat. Menjelang keberangkatan, suasana dipenuhi dengan harapan, kecemasan, dan kerinduan yang mendalam.
"Rasa harap, rasa cemas, rasa rindu, mengangkat tangan memohon sama Allah," tulis Shireen, mencerminkan betapa emosionalnya perjalanan ini.
Proses mendapatkan visa yang terhambat membuatnya merasakan berbagai emosi yang campur aduk. Saat-saat menjelang keberangkatan dipenuhi dengan doa dan harapan untuk perjalanan yang lancar.
"Rasa harap, rasa cemas, rasa rindu, mengangkat tangan memohon sama Allah," ungkap Shireen, menunjukkan betapa mendalamnya perasaannya dalam menghadapi situasi ini.
Wukuf
Shireen mengungkapkan betapa mendalamnya pengalaman spiritual yang ia rasakan di Arafah. Ia sempat merasa bingung mengenai doa-doa apa yang sebaiknya dipanjatkan selama enam jam. Namun, setelah mendengar nasihat dari seorang ustaz, ia pun mulai menyadari pentingnya berdoa.
"Kenapa kita bisa curhat berjam-jam ke manusia, tapi ke Allah gak bisa? Curhat sama Allah... cerita tentang nikmat Allah, cerita gimana impian-impian kita," tulisnya. Nasihat tersebut membuatnya merenungkan kembali hubungan spiritualnya dan mendorongnya untuk lebih terbuka dalam berdoa kepada Tuhan.
Matahari Terbenam di Arafah
Ungkapan yang paling menggetarkan hati muncul ketika Shireen mengingat kembali pengalaman saat matahari terbenam di Arafah.
"Itu sunset tersedih buatku, karena menandakan waktu Arafah sudah mau selesai," ungkapnya.
Bagi Shireen, momen tersebut memiliki makna yang mendalam, karena merupakan saat-saat terakhir yang sangat berharga untuk berdoa dan meminta kepada Allah. Dalam suasana yang penuh ketenangan, ia merasakan betapa pentingnya waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Setiap detik yang berlalu menjadi sangat berharga, dan ia ingin memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin sebelum waktu berharga itu berakhir.