Kisah Cinta Penuh Pengorbanan dalam Film 'TAK INGIN USAI DI SINI' Sukses Buat Rossa Menangis
Rossa membuat debut aktingnya dalam film TAK INGIN USAI DI SINI.
Bersiaplah! Film terbaru yang disutradarai oleh Robert Ronny, TAK INGIN USAI DI SINI, akan segera hadir di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 5 Juni 2025. Tayangan ini merupakan hasil kolaborasi antara Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, yang diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul MORE THAN BLUE.
Dalam film ini, Bryan Domani, Vanesha Prescilla, Rayn Wijaya, dan Davina Karamoy akan tampil sebagai pemeran utama. Selain itu, sosok penyanyi pop terkenal di Indonesia, Rossa, juga akan muncul untuk menambah daya tarik dalam film yang mengisahkan pengorbanan cinta yang memilukan antara K dan Cream.
Dalam proyek ini, Bryan Domani tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga dipercaya untuk menjabat sebagai produser eksekutif film TAK INGIN USAI DI SINI. Hal ini terungkap dari pernyataannya pada 28 Mei 2025 di XXI Epicentrum Walk, di mana ia menyatakan keinginannya untuk terlibat lebih dalam karena kecintaannya pada film ini.
"Pas aku udah baca script dari awal, I felt like I wanna held a bigger part in this movie, gitu. Mungkin bukan aku cuma sebagai pemain doang ya, tapi kayak 'cause I love this project so much, aku ingin menjadi bagian lainnya juga," ungkap Bryan.
Ia juga menjelaskan bahwa peran sebagai produser eksekutif ini didapat setelah diskusi dengan Andi Boediman, Robert Ronny, dan tim lainnya, yang memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban tanggung jawab tersebut.
Bryan merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk belajar mengenai proses produksi film secara langsung.
"Masih kecil ya (peran di balik layarnya), guys. Tapi it's a step karena aku juga pengen belajar kan (seperti) apa industri film di belakang itu dan lain-lain. Aku seneng banget akhirnya bisa jadi bagian yang lebih besar lagi di film ini karena I really love this movie," tambahnya.
Dengan semangat yang tinggi, Bryan berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang berkesan.
Rossa akan tampil secara khusus
Rossa memulai karier aktingnya lewat film TAK INGIN USAI DI SINI. Ia mengungkapkan bahwa air mata yang terlihat saat mendengarkan cerita sedih dan bernyanyi dalam film tersebut adalah air mata yang nyata, bukan rekayasa. Penyanyi legendaris ini awalnya ragu untuk menerima tawaran dari Robert Ronny agar tampil di film, karena ia merasa tidak memiliki pengetahuan tentang dunia akting. Meskipun sebelumnya ia pernah terlibat dalam film yang menceritakan perjalanan karier musik dan kehidupan pribadinya, Rossa merasa tidak perlu berakting untuk menyampaikan ceritanya.
Rossa menceritakan, "Kita berdua ketemuan nih, terus cerita dulu tentang apa film ini. Kemudian (dia) bilang, 'Eh, main ya di sini.' (Terus aku jawab), 'Hah? Nggak ah, nggak mau!' Aku ngomong gitu (karena) aku nggak ngerti gimana caranya akting." Namun, penolakannya berubah setelah ia mengetahui bahwa peran yang ditawarkan adalah dirinya sendiri. Ia melanjutkan, "(Kata Robert Ronny), 'Tapi kamu di sini sebagai penyanyi.' (Aku tanya), 'Hah? Sebagai penyanyi tapi sebagai siapa (nama perannya)?' (Dijawab), 'Sebagai Rossa.' 'Oh, ya udah, deh, kalau sebagai Rossa.'" Rossa akhirnya setuju untuk menerima tawaran tersebut setelah mengetahui bahwa ia akan berperan sebagai dirinya sendiri.
Rossa bawakan lagu tema yang sangat mengharukan
Selain berakting, tantangan kedua yang dihadapi oleh Robert Ronny adalah meminta Rossa untuk menyanyikan lagu tema resmi dari film TAK INGIN USAI DI SINI. Dalam proyek ini, Andi Rianto ditunjuk sebagai komposer, sementara Monty Tiwa berperan sebagai penulis lirik.
Monty dikenal sebagai sosok yang sering berhasil menyentuh emosi pendengarnya melalui lirik yang menyentuh hati. Saat mengikuti workshop bersama tim kreatif di balik OST film tersebut, Rossa menyadari bahwa ada dua kebiasaan yang sering ia lakukan setelah membaca lirik lagu yang dinyanyikannya.
Hal pertama yang ia sadari adalah kecenderungannya untuk berpura-pura kuat di depan orang lain meskipun sedang menghadapi kesulitan. Ia mengungkapkan,
"Apalagi kalau kata orang itu, 'Oh, kamu pasti baik-baik aja kok.' Tapi, sebetulnya pasti kita tuh nggak baik-baik saja, terutama kalau menyangkut keluarga atau orang-orang terdekat kita." Rossa merasa bahwa keadaan sebenarnya sering kali jauh dari apa yang ditunjukkannya. Selain itu, ia juga menyadari proses duka yang dilalui manusia, di mana kenangan akan orang yang telah meninggal akan selalu terukir dalam ingatan melalui wajah dan perilaku mereka.
Namun, suara dari orang yang telah tiada akan perlahan-lahan memudar seiring berjalannya waktu. Rossa menambahkan, "Jadi, sekarang aku sama adek-adek aku, sama mama (dan) papa aku, selalu kirim-kiriman voice note supaya (suara) itu ada direkam (dan dapat dikenang)." Pernyataan ini disampaikannya dengan mata yang berkaca-kaca saat sesi press conference, menunjukkan betapa pentingnya kenangan suara bagi dirinya dan keluarganya.
Cinta selalu memerlukan pengorbanan
Belakangan ini, banyak orang cenderung menganggap bahwa memberikan sesuatu adalah aspek terpenting dalam cinta. Seringkali, mereka lebih memilih untuk mencari pasangan baru daripada berusaha memperbaiki hubungan yang telah ada. Fenomena ini menarik perhatian Robert Ronny, seorang penulis, sutradara, dan produser film TAK INGIN USAI DI SINI, yang ingin mengingatkan kita bahwa setiap hubungan yang saling mencintai pasti memiliki tantangan dan kebangkitan. "Menurut saya, esensi cinta itu berkorban untuk orang yang kita cintai. Kalau cuma mau seneng-seneng doang, sih, bukan cinta namanya. Itu cuma mau main-main aja. Jadi, saya percaya bahwa kita harus mengingatkan kembali (melalui film ini) bahwa cinta, the whole package itu, ada suka dukanya. Kalau mau senengnya, ya harus mau dukanya juga," kata Robert Ronny pada hari Rabu (28/05/2025).
Selanjutnya, Bryan Domani, yang berperan sebagai tokoh K dalam film tersebut, menambahkan, "Jadi, sebenernya cinta tuh ada syaratnya: Sama-sama harus berjuang." Pernyataan ini menegaskan bahwa cinta bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang komitmen dan usaha dari kedua belah pihak. Dengan demikian, film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna cinta yang sesungguhnya, yang melibatkan pengorbanan dan kerja keras untuk saling mendukung satu sama lain.
Setelah lulus sekolah
K (Bryan Domani) dan Cream (Vanesha Prescilla) adalah dua sahabat yang saling mendukung dalam menghadapi kesedihan akibat kehilangan kedua orang tua mereka sejak masih di SMA. Mereka selalu ada satu sama lain, mengisi kekosongan dalam hidup dan menyadarkan bahwa kehidupan harus terus berjalan sesuai dengan jalannya.
Setelah lulus sekolah, mereka melanjutkan pendidikan di bidang pemasaran, berkarier di industri musik, dan terlibat dalam kegiatan volunteer untuk merawat hewan-hewan di shelter. Namun, Cream yang memiliki nama asli Clarissa tidak menyadari bahwa K menyimpan sebuah rahasia besar. Ia menghadapi penyakit serius yang mengancam nyawanya dan diam-diam mempersiapkan perpisahan agar ada yang bisa merawat sahabatnya setelah kepergiannya.
Meskipun K merasa sangat sulit untuk ikhlas, ia tidak menyerah dalam mencari seseorang yang dapat membuat sahabatnya bahagia ketika ia telah tiada. Kehadiran Armand (Rayn Wijaya) dianggap cukup oleh K untuk menjaga dan menikahi Cream, apalagi mereka terlihat saling mencintai di mata K, yang juga seorang penyiar radio. Film TAK INGIN USAI DI SINI mengisahkan cinta yang sarat dengan pengorbanan.
Melalui perjalanan hidup K dan Cream, penonton diajak untuk memahami bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki, tetapi juga tentang keikhlasan melepaskan orang yang dicintai demi kebahagiaannya. Ini adalah tentang perasaan yang sebenarnya belum sepenuhnya berakhir, meskipun harus menghadapi kenyataan pahit.