Jelang Sidang Tuntutan, Ammar Zoni Minta Pihak Luar Tak Komentari Kasusnya
Ammar Zoni mengatur siapa saja yang diperbolehkan memberikan pernyataan kepada media untuk menjaga ketenangan mentalnya menjelang sidang tuntutan.
Aktor Ammar Zoni mengambil langkah tegas terkait informasi yang beredar mengenai proses hukum yang sedang dihadapinya di pengadilan. Ia memutuskan untuk membatasi pihak-pihak yang dapat memberikan pernyataan kepada publik demi menjaga ketenangan mentalnya.
Keputusan ini diambil untuk mencegah terjadinya kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan posisi Ammar Zoni di mata hukum. Kuasa hukumnya, Jon Mathias, menyampaikan bahwa hanya keluarga inti yang kini diizinkan untuk mewakili suaranya.
"Ya dari pembicaraan itu juga, untuk kita atas saran dari Ammar, semua ke depannya ini yang menyangkut yang perkara Ammar ini, tidak ada lagi pihak-pihak lain yang memberikan komentar masalah Ammar," kata Jon Mathias di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (5/3).
Dalam pernyataan selanjutnya, Jon Mathias menambahkan bahwa media dapat melakukan wawancara dengan anggota keluarga Ammar Zoni.
"Sekarang ini untuk mengenai kasus Ammar, media boleh mewawancarai itu kalau dari pihak keluarganya itu tadi ada Aditya Zoni juga," ujarnya.
Langkah pembatasan ini dianggap perlu mengingat tahapan persidangan yang semakin mendekati pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Sang pengacara menegaskan bahwa Ammar Zoni ingin semua opini yang berkembang tetap berada dalam koridor yang benar dan tidak melebar kemana-mana.
"Ya pokoknya pihak lain yang di luar dari keluarganya. Yaitu ya, ya apa? Aditya Zoni. Ya kan? Jadi enggak ada pihak lain yang bisa memberikan komentar karena ini kita sudah menghadapi tuntutan. Jadi tidak perlu lagi kita membangun opini-opini yang di luar dari apalah, dari koridor hukum," jelasnya.
Ammar Zoni
Meskipun menerapkan pembatasan, Ammar Zoni tetap menghargai orang-orang yang telah membantunya, termasuk Dokter Kamelia. Jon Mathias menjelaskan bahwa Ammar Zoni menghargai bantuan yang diberikan, tetapi kini merasa perlu untuk menetapkan batasan yang jelas dalam menghadapi pledoi.
"Ya kita paham juga, memang Ibu Dokter banyak membantu. Jadi Ammar mengucapkan terima kasih pihak-pihak lain yang sudah membantu beliau. Karena ke depannya sudah menyangkut tuntutan dan putusan dan pledoi, ini kan Ammar tidak mau lagi ada semacam ya, komentar-komentar yang tidak disukai Ammar," urai Jon Mathias.
Dalam situasi ini, Ammar Zoni menunjukkan sikap yang bijaksana dengan tetap berterima kasih kepada mereka yang telah memberikan dukungan.
Namun, ia juga menyadari pentingnya untuk menjaga jarak agar tidak terpengaruh oleh opini publik yang mungkin tidak mendukungnya.
Hal ini menjadi langkah strategis bagi Ammar untuk fokus pada proses hukum yang sedang dihadapinya dan menghindari berbagai komentar yang dapat mempengaruhi psikologinya. Dengan pernyataan Jon Mathias, terlihat jelas bahwa Ammar ingin melindungi dirinya dari gangguan yang tidak perlu di tengah proses hukum yang kompleks ini.
Hiruk-pikuk
Keputusan untuk tidak terlibat dalam hiruk-pikuk media selama Ramadan tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum, tetapi juga bertujuan untuk menghormati suasana bulan suci tersebut. Jon Mathias menekankan pentingnya cooling down agar semua pihak dapat menjalani ibadah dan proses hukum dengan lebih tenang.
"Ya, menurut saya baik-baik saja. Kan kita tidak membahas hubungan, untuk pembicaraan masalah kasus sekarang ini Ammar yang bisa berbicara itu tadi ya cuma adiknya, Adit. Nah kalau masalah hukum ya PH (Penasihat Hukum). Yang luar dari itu, sementara apalah dulu, kan gitu. Cooling down dulu karena kita mau menunggu tuntutan dan keputusan," pungkas Jon Mathias.
Dengan demikian, langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi semua pihak untuk merenungkan situasi yang dihadapi. Selain itu, hal ini juga mencerminkan sikap bijak dalam menghadapi tekanan yang mungkin muncul dari luar.
Melalui pendekatan ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan dengan lebih baik dan semua pihak dapat fokus pada ibadah tanpa gangguan. Sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa menghormati bulan suci adalah hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi yang penuh tantangan.