Ira Wibowo Tidak Mempercayai Hal Mistis, Tetapi Mengaku Pernah Dengar Porter Bicara Aneh saat Mendaki Gunung
Ira biasanya melakukan pendakian bersama kelompok wanita.
Ira Wibowo bukanlah seseorang yang terlalu meyakini hal-hal berbau mistis. Meski demikian, ia mengakui bahwa sering kali ia mendengar berbagai kisah mistis yang terjadi selama pendakian gunung.
"Kalau aku emang nggak terlalu percaya-percaya banget ya, yang kayak gitu-gitu, tapi bahwa itu mungkin ada, iya, tapi aku bukan yang mikirin itu," ungkap Ira Wibowo saat dijumpai di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Senin (30/6/2026).
Salah satu kisah mistis yang pernah ia dengar berasal dari seorang porter saat ia melakukan pendakian gunung. Porter tersebut menunjukkan perilaku aneh dengan terus-menerus berbicara tanpa henti.
"Kemarin kalau dari cerita sih ada, gitu kayak ada salah satu waktu itu, eh tapi bukan di Rinjani, di gunung lain, ada porter yang terus tiba-tiba ngomongnya tuh nyerocos, yang bukan kayak dirinya," jelas Ira Wibowo.
Keindahan
Ira memilih untuk tidak terlalu memikirkan pengalaman yang telah dilaluinya. Menurutnya, keindahan alam yang terlihat secara langsung saat mendaki adalah yang paling berkesan, khususnya ketika ia mendaki Rinjani.
"Yang aku ingat, indahnya, ya di Segara Anaknya, terus juga Torean, itu indah banget," kata dia sambil mengenang momen-momen indah tersebut.
Keindahan alam yang ada di sana memberikan kesan mendalam dan menjadi kenangan yang tak terlupakan baginya.
Mendaki Gunung Bersama Kelompok
Selama ini, Ira biasanya mendaki gunung bersama kelompok perempuan yang terdiri dari lima hingga sepuluh orang. Namun, saat mendaki Rinjani, kondisi yang dihadapi sedikit berbeda karena ia tidak menemukan grup perempuan yang cukup untuk mendaki.
"Kalau biasanya selama ini aku selalu sama geng cewek-cewek, itu antara 5 sampai maksimal 10 orang. Cuma kalau khusus Rinjani, waktu itu karena enggak dapat grup cewek yang mencukupi, akhirnya aku sama teman-teman yang lain, itu campur ada laki-perempuannya," ungkapnya.
Dengan situasi yang tidak biasa ini, Ira harus beradaptasi dengan mendaki bersama campuran laki-laki dan perempuan.
Usia Para Pendaki
Rombongan pendakian Ira ke Gunung Rinjani terdiri dari peserta dengan rentang usia yang bervariasi, mulai dari 30-an hingga 70-an tahun. Meskipun mereka berasal dari generasi yang berbeda, semangat untuk mendaki tetap menyala dalam diri setiap anggota kelompok. "Dan itu udah lumayan pada senior, banyak yang lebih senior dari aku, ada yang umur 30 ada, tapi yang umur 70-an pun ada, dan mereka kuat juga," ucap Ira Wibowo. Hal ini menunjukkan bahwa cinta akan alam dan tantangan mendaki tidak mengenal batasan usia.
Keberagaman usia dalam rombongan ini justru menambah keunikan pengalaman mendaki. Setiap individu membawa cerita dan motivasi masing-masing, menciptakan suasana yang hangat dan mendukung selama perjalanan. Dengan semangat yang tinggi, mereka saling menginspirasi satu sama lain untuk mencapai puncak Rinjani. Pengalaman ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kebersamaan dan saling mendukung antar sesama pendaki.