Erin Wartia Bantah Tuduhan Penganiayaan ART, Klaim Punya Bukti Kuat
Erin Wartia mengungkapkan bahwa mantan asisten rumah tangganya telah melanggar privasi dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi anak-anaknya.
Erin Wartia, mantan istri Andre Taulany, bersama dengan kuasa hukumnya, memberikan penjelasan mengenai tuduhan penganiayaan yang ditujukan kepadanya terkait mantan Asisten Rumah Tangga (ART).
Erin merasa bahwa pernyataan-pernyataan yang beredar di media sosial telah mencemarkan nama baiknya. Ia menjelaskan bahwa masalah ini berawal dari kinerja ART yang dinilai tidak profesional sejak awal bekerja. Erin mengaku telah melakukan langkah-langkah yang benar dengan melaporkan masalah tersebut kepada pihak yayasan penyalur.
"Jadi sebelumnya memang pembantu itu sudah bermasalah dan saya sudah komplain," ujarnya.
Erin menambahkan bahwa ia sudah mengeluhkan kinerja ART kepada yayasan setelah satu minggu bekerja.
"Jadi yang paling krusial adalah dia melakukan konten ke media sosial si Asisten Rumah Tangga itu, milik pribadinya dia sendiri tentang isi rumah," jelas Erin saat konferensi pers di Kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa privasi keluarganya terganggu karena ART tersebut mengunggah video kegiatan anak-anaknya serta bagian rumah tanpa izin.
"Jadi privasi isi rumah saya dan anak-anak divideo-videoin, kegiatannya anak-anak, terus mobil saya, rumah saya seisi rumah," tambahnya.
Meskipun sudah meminta penggantian pekerja, Erin merasa pihak yayasan lamban dalam menanggapi keluhannya, dan kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, menilai tindakan ART tersebut sudah membahayakan keamanan kliennya.
Bukti-bukti rekaman
"Artinya di rumah tersebut semua dinaikkan, di-upload ke sosial media milik daripada Asisten Rumah Tangga tersebut, memperlihatkan semua isi rumah bahkan mobil dan pelat nomor mobil. Menurut kami itu sangat membahayakan ya, foto-foto juga tadi mengenakan pakaian anak daripada klien kami tanpa izin," kata Sunan.
Erin kemudian menunjukkan bukti-bukti rekaman dari ponselnya yang memperlihatkan aktivitas sang asisten yang asyik membuat konten. Ia menceritakan bagaimana anak-anaknya merasa tidak nyaman dengan perilaku pekerja tersebut.
"Nah ini video-videonya dia ada mobil di rumah, dia fotoin, videoin, terus seisi rumah... ini anak saya lagi masak, dia sangat marah kalau 'Mama, aku kenapa sih itu dimasukin ke Facebook-nya si Asisten Rumah Tangga itu ya'. Maksudnya dia sangat terganggu, apalagi kamarnya divideo-videoin. Ini isi rumah, lagi kolam renang segala macam," urai Erin.
Menggugat tuduhan penganiayaan
Terkait dengan tuduhan penganiayaan yang menjadi viral, pihak Erin dengan tegas membantah adanya pemukulan atau ancaman menggunakan senjata tajam. Sunan, selaku kuasa hukum, menyatakan bahwa mereka akan segera mengajukan somasi kepada yayasan yang dianggap telah menyebarkan fitnah yang sangat merugikan kliennya.
"Kami akan segera melakukan upaya hukum mensomasi pihak yayasan yang juga dianggap atau dirasakan oleh klien kami Mbak Erin itu memfitnah ya, tanpa bukti. Jadi di akun sosial media milik saudari Nia Damanik 7, diulang-ulang nih disebut namanya klien kami bahwa klien kami melakukan penganiayaan," tutur Sunan.
Selain itu, masalah mengenai gaji dan kepemilikan ponsel juga dijelaskan oleh Erin sebagai bagian dari strategi pihak lawan untuk memutarbalikkan fakta. Erin menegaskan bahwa asisten yang bersangkutan belum genap bekerja selama satu bulan, sehingga sistem penggajian memang belum diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya tidak berdasar dan hanya upaya untuk merusak reputasi Erin.
Dengan penjelasan ini, diharapkan publik dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Berharap banyak pada proses hukum
Erin berharap proses hukum yang akan dijalaninya dapat mengungkap siapa yang berada di balik tuduhan palsu yang dialaminya. Ia merasa sangat dirugikan oleh situasi ini dan tidak ingin ada lagi drama yang merugikan keluarganya, terutama dampak psikologis yang dirasakan oleh anak-anaknya.
"Pokoknya dengan kasus ini saya sudah sangat dirugikan, jadi saya akan menempuh upaya hukum sampai... sampai kalau perlu nanti di belakang ada siapa yang nyuruh-nyuruh juga nanti akan kita proses hukum," ujarnya.
Erin yakin bahwa dalam proses hukum, akan terungkap apakah Asisten Rumah Tangga tersebut bertindak atas perintah seseorang atau penyalur, sehingga ia bertekad untuk membuktikannya melalui jalur hukum yang ada.