Dituding Predator Koas, Suami Maissy Riky Febriansyah Beri Klarifikasi
Dokter Riky Febriansyah, suami Maissy Pramaisshela, segera memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan sebagai predator koas.
Nama suami mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela, dr. Riky Febriansyah, kini menjadi perhatian publik terkait isu perselingkuhan dengan seorang koas.
Menanggapi rumor yang semakin meluas di media sosial, Riky akhirnya muncul di hadapan publik untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Tuduhan tersebut bermula dari sebuah utas viral yang menyebutkan bahwa Riky terlibat dalam serangkaian dugaan tindakan asusila. Isu ini semakin memanas dan memunculkan julukan negatif yang berdampak pada reputasi profesional dan kehidupan pribadinya.
Didampingi oleh kuasa hukum, Riky menolak semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia membawa sumpah profesi untuk menegaskan bahwa narasi negatif yang beredar tidak benar.
"Sesuai dengan sumpah kedokteran, saya menjalankan profesi ini secara terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat profesi saya. Pemberitaan mengenai predator koas, atau komentar-komentar yang berkaitan dengan tindakan asusila ini merupakan berita yang tidak benar dan tidak berdasar," tegas Riky Febriansyah di Kawasan Bucit Raya, Jakarta Selatan, pada Senin (16/3).
Walaupun merasa menjadi korban fitnah, Riky tetap bersikap rendah hati dalam menghadapi kehebohan yang terjadi di masyarakat. Ia menyadari bahwa polemik ini telah menyeret banyak nama, sehingga merasa perlu untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Saya meminta maaf
Riky Febriansyah merasa prihatin dengan kenyamanan orang-orang terdekatnya yang terlibat dalam gosip yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada istri dan seluruh anggota keluarganya.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang saya buat, kepada anak-anak saya, istri saya, orang tua saya, kakak adik saya, keluarga terdekat, teman-teman dekat dan pihak-pihak yang merasa dirugikan," ungkap Riky Febriansyah.
Permintaan maaf tersebut menunjukkan betapa pentingnya bagi Riky untuk menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dicintainya. Ia menyadari bahwa dampak dari isu tersebut tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang di sekelilingnya. Dengan mengakui kesalahannya, Riky berharap dapat memperbaiki keadaan dan kembali menciptakan suasana yang harmonis dalam keluarga dan lingkungan sosialnya.
Keluarga saya terpengaruh
Rumor yang beredar ternyata tidak hanya merusak reputasi baik yang telah dibangun Riky Febriansyah di dunia medis. Tekanan dari masyarakat di media sosial diakui telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan rumah tangganya.
"Berita ini tentu memengaruhi keluarga saya, psikis saya. Saya mohon agar menyampaikan berita ini jadi lebih benar," tuturnya. Dalam situasi seperti ini, penting bagi publik untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Riky merasa bahwa desas-desus tersebut telah mengganggu kesejahteraan mental dan emosionalnya.
Ia berharap agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyampaikan berita, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh berita yang tidak akurat.
Kesadaran akan pentingnya informasi yang benar akan membantu menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kami akan mengambil tindakan hukum
Untuk menghindari kebingungan informasi yang berkelanjutan, Riky Febriansyah telah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada tim kuasa hukumnya.
Saat ini, pengacara sedang merancang langkah-langkah strategis untuk menanggapi penyebaran berita palsu yang beredar.
“Saya akan mengambil langkah-langkah hukum apabila dalam satu kali 24 jam berita-berita yang menampilkan. Saya masih menunggu itikad baik saja. Kita sudah memiliki beberapa list,” ungkap Maulana Kidangjati, kuasa hukum Riky Febriansyah.